KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Jeddah Banjir Bandang, Petugas Haji Panik
Rabu, 25 November 2009 | 19:29 WIB
AP PHOTO
Ilustrasi banjir

JEDDAH, KOMPAS.com — Banjir besar melanda Kota Jeddah akibat hujan terus-menerus sejak Rabu menjelang tengah hari waktu setempat, yang mengakibatkan ratusan mobil hanyut di salah satu ruas jalan raya antara Jeddah dan Mekkah.

Sampai berita ini ditulis, Rabu (25/11) sore WIB, banjir belum mereda, bahkan kondisi ruas jalan bagaikan sungai deras.

Air deras tersebut menyapu apa saja yang dilintasinya, termasuk mobil, tong sampah, dan barang-barang lain yang tidak sempat diselamatkan pemiliknya.

Arus banjir tersebut mengalir dari Mekkah menuju Jeddah. Sementara itu, rombongan empat bus tim petugas haji sedang berjalan menuju arah sebaliknya.

Di ruas itu ketinggian air mencapai setengah meter. Akibatnya, penumpang di bus tim petugas haji sudah mulai panik karena dinding pemisah jalan juga sudah jebol dilanda air.

Hujan lebat, apalagi banjir adalah kejadian langka di Arab Saudi. Mekkah dan kawasan perkemahan jemaah di Padang Arafah kabarnya juga diguyur hujan, sedangkan kantor Daker Panitia Penyelenggara Haji Indonesia di Mekkah dilaporkan juga tergenang air.

Ribuan kendaraan yang hendak menuju atau dari Jeddah menuju Mekkah terjebak dan terjadi kemacetan lalu lintas yang diperkirakan berlangsung lama di jalan yang biasanya nyaman karena cukup luas ini.

Perjalanan tim haji menuju Mekkah dan ribuan jemaah lain yang hendak melakukan ritual puncak haji (wukuf) terancam gagal karena akses jalan menuju Mekkah dan Padang Arafah sementara ini putus.

Penulis: BNJ   |   Editor: bnj   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.