WASHINGTON, KOMPAS.com — Dana Moneter Internasional (IMF), Selasa (24/11) waktu setempat, mengatakan, sebuah skema pinjaman untuk membantu negara-negara yang sangat terpukul oleh krisis keuangan terakhir telah ditingkatkan menjadi 600 miliar dollar AS.
IMF yang berbasis di Washington itu mengatakan, sebuah tambahan potensi 13 negara telah setuju untuk bergabung dengan 26 negara dalam komitmen uang terhadap apa yang disebut "New Arrangements to Borrow (NAB)" yang semula ditargetkan 500 miliar dollar AS.
Mereka juga setuju untuk lebih memperkenalkan fleksibilitas kepada NAB, sebuah rancangan kedudukan dari pengaturan kredit, di mana peserta komit untuk menambah sumber daya pinjaman IMF bila diperlukan.
"Hari ini kesepakatan mengenai NAB yang diperbesar menandai momen penting untuk multilateralisme dan dana yang akan membantu efektivitas IMF dalam merespons krisis dan membantu memperkuat arsitektur keuangan internasional," kata Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn.

