Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:57 WIB
Arab Saudi dan Iran Dibenturkan?
| jimbon | Rabu, 25 November 2009 | 07:51 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Yaman memiliki kelompok masyarakat penganut Syiah, Hawthis, di tengah dominasi Sunni Yaman. Kelompok ini memprotes ketimpangan pembangunan, yang tidak memberi mereka efek ekonomis.

Yaman menuduh Hawthis sebagai pemberontak karena memprotes diskriminasi. Militer Yaman, dibantu Arab Saudi, memerangi Hawthis. Ini memunculkan protes dari Ketua Parlemen Iran Ari Larijani.

Yaman dan Arab Saudi menuduh Iran mendukung Hawthis, sama seperti Hezbollah di Lebanon, atau Syiah di Irak. Iran sudah membantah.

Namun, Larijani menuduh Arab Saudi dan Yaman terlalu kejam terhadap Hawthis, yang menuntut kesetaraan hak.

Jangan lupa, ada sembilan orang Yahudi tewas saat serangan di lembaga Yahudi, Mumbai, India, tahun lalu. Israel memprotes, tetapi tidak ada yang menilai Israel campur tangan atas kejadian di India itu.

Kemudian disebut-sebut, bentrok di Yaman jadi simbol pertikaian yang makin meningkat antara Iran yang mayoritas Syiah dan Arab Saudi yang mayoritas Sunni. Shamsolvaezin, peneliti Middle East Strategic Studies Center, Teheran, tak melihat peran Iran di Yaman. Arab Saudi dan Yaman tak menyajikan bukti keterlibatan Iran.

Apakah ini merupakan kejadian alamiah atau sebuah konspirasi untuk membenturkan Arab Saudi dan Iran? Benar ada gejala perebutan pengaruh di kawasan antara Arab Saudi dan Iran. Namun, Yaman bisa jadi alat lain untuk memecah kawasan atau melemahkan persatuan Arab. (AP/AFP/MON)

Sumber :
Kompas Cetak