KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Hadapi Pilpres, Fatah Mulai Pasang Kuda-kuda
Rabu, 25 November 2009 | 00:39 WIB
AP PHOTO/ALVARO BARRIENTOS
Foto dokumentasi pada 3 Januari 2008 menunjukkan para pendukung Fatah Palestina membawa bendera bergambar pemimpin populer mereka yang terpenjara di Israel, Marwan Barghouti, saat mereka merayakan ulang tahun ke-43 gerakan mereka. Fatah yang kini terpecah tengah berupaya bangkit lagi.
TERKAIT:

RAMALLAH, KOMPAS.com - Partai Fatah menyerukan agar Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) membentuk kubu persatuan untuk menghadapi Hamas dalam pemilihan umum mendatang.

"Harus ada satu kubu politik yang kuat di bawah PLO guna mempertahankan persatuan nasional Palestina dan hendaknya kubu persatuan ini menguasai parlemen," kata Mohammed al-Madani, anggota Komite Sentral Fatah dalam sebuah pernyataannya, Selasa.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menetapkan tanggal 24 Januari 2010 untuk pemilihan presiden dan anggota parlemen, namun Komisi Independen Pemilu mengatakan pihaknya tidak bisa menyelenggarakan pemilu tersebut setelah Hamas, yang menguasai Jalur Gaza sejak Juni 2007, melarang komisi tersebut melaksanakan tugasnya di Gaza.
    
Komisi pemilihan Palestina telah menangguhkan jadwal pemilu hingga waktu yang belum ditentukan. Hamas menilai penetapan jadwal pemilu oleh Presiden Abbas itu tidak konstitusional karena mandatnya sendiri habis pada Januari.
    
Abbas telah menyatakan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pilpres tersebut karena apa yang para pembantunya katakan sebagai rasa frustrasinya pada ketidakmampuan AS untuk membujuk Israel membekukan permukiman Yahudi sebagai syarat dimulai lagi pembicaraan perdamaian.

Ketegangan antara Fatah dan Hamas berlangsung sejak pemilu pada Januari 2006 ketika Hamas secara mengejutkan memenangkan pemilu tersebut. Hamas merebut 74 kursi dalam parlemen yang memiliki 132 anggota, sementara Fatah hanya kebagian 45 kursi.

Perselisihan kedua faksi berpengaruh itu memucak pada Juni 2007 ketika kelompok garis keras Hamas mengusir para pendukung setia Abbas dari Jalur Gaza dalam suatu bentrokan berdarah. Hamas mengatakan pemilu tidak dapat dilakukan hingga tercapainya rekonsiliasi nasional.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber :Xinhua Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.