Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:17 WIB
Sebut Mugabe "Diktator", Mahlangu Diganjar Penghargaan
Josephus Primus | primus | Selasa, 24 November 2009 | 11:38 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Senin (23/11), memberi penghargaan kepada seorang perempuan aktivis HAM terkemuka Zimbabwe, yang menyebut Robert Mugabe sebagai seseorang yang sedang berproses menjadi diktator.
   
Obama memberi Magodonga Mahlangu dan organisasinya, Kebangkitan Perempuan Zimbabwe (WOZA), sebuah Penghargaan HAM Robert F Kennedy 2009, dalam sebuah acara di Gedung Putih. "Setiap saat mereka melihat Magodonga dipukul punggungnya, dipukul hingga biru tua saat melakukan aksi protes, hanya untuk mendapatkan haknya kembali dan hak bagi yang lain, lalu menyanyikan lagu-lagu kebebasan di relung hatinya di tengah sorotan tajam para petugas keamanan," katanya.
   
WOZA adalah persatuan puluhan ribu perempuan Zimbabwe yang melakukan perjuangan tanpa kekerasan terhadap perkosaan dan pelanggaran HAM lainnya di bawah rezim Mugabe, yang melakukan penindasan brutal dan penahanan berulang kali.
   
"Sebagai contoh, Magodonga menunjukkan bahwa perempuan-perempuan WOZA dan rakyat Zimbabwe berada dalam penindasan kekuasaan mereka sehingga mereka bisa memperkokoh kediktatoran mereka," kata Obama.
   
WOZA, yang dibentuk pada Desember 2002, telah menyelenggarakan lebih dari 100 demonstrasi guna mendukung demokrasi dan hak perempuan di Zimbabwe. Demikian dipaparkan perwakilan Robert F Kennedy Center untuk Keadilan dan HAM.
   
Baik Uni Eropa maupun AS memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset bagi Mugabe, istrinya, dan kalangan dekatnya sebagai bentuk protes terhadap sengketa pemilihan umum dan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Mugabe.
   
Mugabe dan pesaingnya, Morgan Tsvangirai, membentuk pemerintah persatuan pada Februari lalu. Tujuan pembentukan itu adalah mengendalikan Zimbabwe agar kembali stabil. Namun masalah besar masih ada dan kesepakatan politik juga sangat rentan terjadi.
   
Kennedy Center telah memberi penghargaan bidang HAM tadi berupa patung dada dari perunggu mendiang Robert Kennedy dan hadiah uang 30.000 dollar AS serta janji untuk memberikan bantuan teknis dan hukum kepada penerimanya, sejak 1984.
   
Robert Kennedy, saudara mendiang Presiden AS John F Kennedy, dibunuh pada Juni 1968 saat berkampanye untuk pencalonan presiden.

Sumber :
Ant