PESHAWAR, KOMPAS.com - Sedikitnya enam warga sipil Pakistan tewas selama bentrokan antara pasukan militer dan militan, Senin (23/11). Bom-bom mortir menghantam sejumlah rumah, menewaskan warga sipil di kota Landi Kotal di Khyber, bagian dari kawasan suku Pakistan yang dilanda kekerasan di perbatasan dengan Afganistan.
"Pasukan kami memukul balik serangan kelompok 50 militan terhadap sebuah pos pemeriksaan bersama militer dan Pasukan Perbatasan (FC) di Landi Kotal," kata Shafeerullah Khan, pejabat tinggi pemerintah daerah setempat kepada AFP.
Seorang pejabat keamanaan di daerah itu mengonfirmasi insiden tersebut dan mengatakan, militan melarikan diri setelah pasukan membalas serangan mereka. Belum jelas siapa yang menembakkan mortir-mortir itu.
Sejumlah sumber mengatakan, pasukan FC yang didukung helikopter serang menggempur pangkalan Taliban di daerah suku berdekatan Orakzai dan Hangu, menewaskan sedikitnya 12 militan. Operasi itu diperintahkan setelah ada laporan intelijen yang mengaitkan militan di daerah itu dengan serangan akhir-akhir ini di kota Peshawar.
Serangan dan pemboman bunuh diri meningkat sejak Pakistan meluncurkan serangan besar-besaran bulan lalu yang dirancang untuk melenyapkan gerilyawan Taliban dari tempat-tempat persembunyian mereka di Waziristan Selatan.
Pasukan Pakistan melancarkan serangan udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.

