BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pemimpin Palestina memulai kunjungan resminya ke Argentina untuk bertemu Presiden Cristina Kirchner guna untuk mendiskusikan situasi Timur Tengah, Minggu (22/11). Pertemuan itu dilakukan beberapa hari setelah Presiden Israel Shimon Peres melakukan hal yang sama.
"Kunjungan Presiden Abbas membawa kesempatan untuk bertukar pandangan tentang situasi Timur Tengah, pembicaraan negara Palestina dan Israel serta kemungkinan kerja sama Aegentina di kawasan itu," tutur Menteri Luar Negeri Argentina.
Selama bertemu Peres pekan lalu, Kirchner menyatakan bila pemerintahnya lebih sepakat adanya perjanjian damai di Timur Tengah yang di dalamnya termasuk adanya pendirian negara Palestina dan menghargai Israel untuk hidup damai di wilayah perbatasan.
Negosiasi damai antara Palestina dan Israel tertunda sejak perang gaza yang berlangsung sejak pergantian tahun
di tengah-tengah perselisihan yang mendalam tekait permukiman Yahudi di tanah Palestina yang mereka kuasai.
Otoritas Palestina menolak keinginan Israel memulai perjanjian damai tanpa membekukan aktifitas permukiman secara total. Abbas adlam kunjungannya dua hari ini didampingi Menteri Luar Negeri Riad Al Maliki dan negosiator Saeb Erekat.
Pemimpin Palestina akan bertemu pada Senin ini dengan Kirchner, dilanjutkan makan siang bersama menteri luar negeri. Selasa besok, Abbas dijadwalkan bertemu anggotya kongres, mengunjungi Islamic Center dan memberi pidato di depat Dewan Hubungan Internasional Argentina.
Abbas dan Peres juga mengunjungi Brasil guna bertemu Presiden Luiz Inacio Lula da Silva. Silva diminta ikut berperan dalam upaya internasional mencapai kesepakatan perdamaian bagi Timur Tengah.


