
KHAR, KOMPAS. com - Pasukan Pakistan hari Minggu memukul balik serangan kelompok militan di salah satu pos mereka di Rashakai, kawasan suku yang dilanda kekerasan. Serangan itu mengakibatkan 11 gerilyawan tewas seketika.
Pejabat pemerintah daerah, Adalat Khan kepada AFP mengatakan, aksi itu dipicu serangan sekitar 30-40 militan di Rashakai di daerah Bajaur yang berbatasan dengan Afganistan. "Pasukan memukul balik serangan itu dan menewaskan 11 militan," kata Khan, dengan menambahkan bahwa dua prajurit cedera dalam tembak-menembak itu.
Seorang pejabat keamanan lain di daerah itu mengonfirmasi insiden tersebut dan mengatakan, militan-militan yang lain melarikan diri dengan meninggalkan senjata mereka.Di tempat lain lagi, sejumlah jet tempur membom tempat-tempat persembunyian militan di daerah Mamound, Bajaur, menewaskan lima gerilyawan.
Kelompok militan akhir-akhir ini meningkatkan kegiatan di Bajaur, satu dari tujuh daerah suku yang berada di bawah pemerintah federal Pakistan (FATA) di sepanjang perbatasan dengan Afganistan. Daerah ini juga disebut-sebut sebagai markas gerilyawan Taliban dan Al-Qaeda.
Kekerasan meningkat di Bajaur ketika militer Pakistan melakukan serangan besar-besaran ke kawasan suku Waziristan Selatan. Mereka mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.
Beberapa analis telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu mereka akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur dan tempat lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari Waziristan Selatan, yang sedang digempur pasukan darat Pakistan.
Sebelumnya, pasukan keamanan melakukan operasi besar-besaran terhadap militan muslim di Mohmand dan Bajaur pada Agustus 2008. Pada Februari, militer menyatakan bahwa Bajaur bersih setelah pertempuran sengit berbulan-bulan, namun kerusuhan terus berlangsung.
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afganistan.
Menurut militer, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka melancarkan serangan di Bajaur pada awal Agustus tahun lalu, termasuk komandan operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang berkebangsaan Mesir.