KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bentrok Lagi, Tiga Tewas
Senin, 23 November 2009 | 00:28 WIB
EPA/JAIPAL SINGH
Militer India berdiri mengawasi warga Kashmir yang antre untuk memilih dalam rangka pemilu tahap kedua di Desa Thanna Mandi, sekitar 200 kilometer dari Jammu, ibu kota musim dingin Kashmir, India, Minggu (23/11). Pada pemilu ini dipilih majelis parlemen negara bagian. Warga lokal menolak pemilu dan menginginkan kemerdekaan dari India.
TERKAIT:

SRINAGAR, KOMPAS.com - Dua gerilyawan muslim dan seorang prajurit India tewas dalam tembak-menembak di perbatasan Kashmir yang memisahkan antara India dan Pakistan. Sumber di militer menyatakan, bentrokan meletus Sabtu larut malam ketika sekelompok militan berusaha menyeberangi garis pengawasan di distrik (selatan) Poonch.

"Pasukan menggagalkan upaya penyusupan dengan membunuh dua militan," kata jurubicara itu, dengan menambahkan bahwa seorang prajurit juga tewas selama bentrokan tersebut.

Kekerasan terakhir itu terjadi ketika kepala kepolisian regional Kuldeep Khuda mengatakan kepada wartawan Sabtu malam bahwa ada sekitar 700 militan aktif di Kashmir. Khuda mengatakan, jumlah militan aktif itu mencakup orang-orang yang sebelumnya menyerahkan diri kepada pasukan.

"Jumlah mereka tidak berarti," katanya, dengan menambahkan bahwa pada 2009 ini mungkin berakhir dengan "insiden kekerasan yang paling sedikit" sejak 1989, ketika pemberontakan muslim meletus di Kashmir India.

Di seluruh penjuru negara bagian itu, jumlah kematian yang terkait dengan pemberontakan turun menjadi sekitar satu per hari dari puncaknya 10 per hari pada 2001.Kekerasan turun setelah India dan Pakistan meluncurkan proses perdamaian yang bergerak lamban untuk menyelesaikan masa depan Kashmir.
       
Perbatasan Kashmir secara de fakto memisahkan antara India dan Pakistan, dua negara berkekuatan nuklir yang mengklaim secara keseluruhan wilayah itu. Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.
       
Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an. Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.
       
New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir di India. Namun Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Serangan-serangan tahun lalu di Mumbai, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan. New Delhi telah menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November tahun lalu yang menewaskan lebih dari 166 orang.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : ANT,AFP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.