KOMPAS
Sabtu, 20 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Bulan Depan, Pengungsi Tamil Boleh Pulang
Sabtu, 21 November 2009 | 21:21 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com - Desember menjadi target pemerintah Sri Lanka memperbolehkan pengungsi Tamil pulang ke kampung halaman mereka dari perkampungan khusus. Hal itu merupakan bagian dari berakhirnya konflik dengan pemberontak Macan Tamil.

Perkampungan khusus itu, seperti ditulis BBC, Sabtu (21/11) didirikan di Sri Lanka Utara untuk menampung orang-orang Tamil yang mengungsi dari perang saudara yang berakhir Mei lalu. Hingga kini, tempat itu masih menampung sekitar 130 ribu orang.  Basil, seorang pembantu Presiden Mahinda Rajapaksa juga memastikan bahwa ada janji untuk menutup fasilitas ini.

Sri Lanka mendapat kecaman internasional karena menahan orang-orang di perkampungan itu secara paksa.

Basil yang juga saudara laki-laki Rajapaksa mengumumkan hal ini selama kunjungannya ke perkampungan pengungsi terbesar, Pertanian Menik. Berpidato di depan sekelompok pengungsi, dia mengatakan mulai dari 1 Desember tempat-tempat penampungan ini tidak lagi tertutup dan para pengungsi akan bebas mengunjungi kerabat dan sahabat-sahabat mereka. Dia juga mengulangi kembali janji pemerintah untuk menempatkan kembali para pengungsi akhir bulan Januari nanti.

Tidak boleh keluar

Perkampungan-perkampungan pengungsi ini dibangun secara terburu-buru ketika pihak militer melumpuhkan perlawanan pemberontak Macan Tamil yang sudah berlangsung selama 25 tahun, awal tahun ini.

Para pengungsi itu ditahan di perkampungan ini sementara diperiksa, apakah punya hubungan dengan para pemberontak atau tidak. Sementara itu wilayah Sri Lanka Utara dibersihkan dari ranjau-ranjau darat.

Perkampungan pengungsi yang dikelilingi pagar kawat berduri ini dijalankan oleh militer dan banyak pengungsi mengeluh kondisi kebersihan dan makanan yang buruk.

PBB, diplomat dari berbagai negara serta lembaga-lembaga bantuan mengeluhkan sistem pemeriksaan yang tidak transparan.
 
Terkait keluhan itu, pemerintah Sri Lanka cukup menanggapi kecaman ini dan dalam waktu sebulan belakangan mempercepat pembebebasan para pengungsi dari perkampungan-perkampungan itu.

Awal minggu ini, Ketua urusan kemanusiaan PBB, John Holmes membenarkan bahwa lebih dari setengah pengungsi warga Tamil yang ditahan di berbagai perkampungan itu sekarang sudah meninggalkan tempat itu.

Bulan Mei lalu, militer Sri Lanka mengalahkan pemberontak Macan Tamil yang sejak pertengahan tahun 1970-an berjuang memisahkan diri dari negara pulau yang mayoritas penduduknya Etnis Sinhala.

 

Penulis: XVD   |   Editor: primus Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.