
TEHERAN, KOMPAS.com — Iran berencana menggelar manuver pelatihan pertahanan udara untuk melindungi fasilitas nuklir negara itu. Kantor berita resmi IRNA yang mengutip seorang pejabat Iran, Sabtu, melaporkan, latihan itu akan melibatkan pasukan elite Garda Revolusioner dan Angkatan Darat. Latihan perang itu, dikatakan, akan diadakan selama "Pekan Iran" yang akan dimulai pada Sabtu, tetapi tidak dijelaskan secara rinci.
"Manuver pertahanan udara minggu ini akan dilakukan dengan tujuan untuk melindungi fasilitas nuklir negara," kata Brigadir Jenderal Ahmad Mighani sebagaimana dikutip kantor berita Fars News Agency. Mighani merupakan ketua markas besar Angkatan Udara Iran.
Iran sering mengadakan latihan pertahanan dan mengumumkan kemajuan kemampuan militernya untuk menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi ancaman militer asing terkait dengan sengketa program nuklirnya. Amerika Serikat dan Israel telah menyatakan tidak akan melakukan aksi militer jika kegagalan terjadi pada upaya diplomasi untuk menyelesaikan sengketa program nuklir yang dicurigai negara-negara Barat bertujuan untuk membuat bom atom.
Iran berkali-kali mengatakan, program nuklirnya hanya untuk keperluan sipil, yaitu membangkitkan tenaga listrik. Mereka juga mengancam akan menyerang balik Israel dan pangkalan AS di Teluk jika negaranya diserang.