BOGOTA, Kompas.com - Enam orang, termasuk dua anak, tewas ketika yang diduga sejumlah pemberontak FARC Kolombia menghentikan dan membakar bis yang sedang melakukan perjalanan di bagian selatan negara itu. Demikian dikatakan seorang gubernur pemerintah setempat, Jumat (20/11).
FARC telah dihantam berulang-ulang oleh serangan militer Presiden Alvaro Uribe yang didukung AS, tapi pemberontak itu masih aktif di sejumlah daerah. Pemberontak sering menghentikan serta membakar bis dan trek sebagai bentuk intimidasi.
Polisi menyatakan ada sekitar 20 penumpang di dalam bis itu.
"Satu kelompok, tampaknya dari FARC, telah menghentikan sebuah bis dan membakarnya. Perincian dan keadaan sekitar mengapa mereka membakar bis dengan orang di dalamnya, kami belum tahu," kata gubernur negara bagian Narino Antonio Navarro.
"Enam mayat yang hangus telah ditemukan, empat orang dewasa dan dua anak," jelasnya.
Konflik yang telah berusia empat dasawarsa di Kolombia sudah mereda sejak Uribe berkuasa pada 2002, dan mengirim tentara untuk merebut kembali beberapa daerah yang pernah dikuasai oleh kelompok bersenjata tidak sah. FARC telah dilemahkan oleh kematian beberapa komandan pentingnya dan oleh pembelotan, tapi masih berperang di sejumlah daerah pedesaan dan terpencil.
Salah seorang penumpang bis yang selamat dari serangan itu, Maria Garcia, mengatakan pada media setempat, gerilyawan menembak kendaraan itu, yang kemudian terbakar. Ia tidak mengatakan bagaimana kebakaran itu mulai.
"Tembakan mulai dan kami turun," katanya. "Saya menangkap dua anak saya dan keluar, dan bis itu mulai terbakar."