Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:03 WIB
AS Desak Pembebasan Xue Feng
Josephus Primus | primus | Jumat, 20 November 2009 | 23:01 WIB
|
Share:

BEIJING, KOMPAS.com - Amerika Serikat, Jumat (20/11), menyeru pembebasan Xue Feng, seorang warga negara AS kelahiran China yang telah ditahan di negara Asia itu selama dua tahun dengan tuduhan keamanan negara.
   
"Kami mendorong China untuk menghadiahkan Dr Xue kebebasan kemanusiaan dan segera mendeportasi dia kembali ke AS," kata Susan Stevenson, juru bicara Kedutaan Besar AS di Beijing.
   
Xue, seorang geolog, ditahan di China pada November 2007 saat dia bersiap untuk terbang kembali ke AS setelah mencoba membeli sebuah informasi mengenai industri minyak China, menurut seseorang yang memahami kasus itu.
   
Dia secara resmi ditahan pada April tahun berikutnya dan dituduh mengancam keamanan negara bagi pihak asing, menurut sumber, yang menolak disebutkan namanya, seraya menambahkan bahwa Xue diadili namun tidak ada putusan yang diumumkan.
   
Stevenson mengatakan bahwa Kedutaan Besar AS telah mengikuti dan terlibat dengan kasus itu dari dekat serta telah melakukan lebih dari 20 kali kunjungan kekonsuleran ke Xue untuk mengawasi kesehatannya dan menyampaikan pesan dari keluarganya.
   
Kasus Xue diangkat dalam kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Beijing pekan ini, kata Kedubes AS. Dubes AS untuk China John Huntsman juga bicara mengenai kasus itu dengan wakil menteri luar negeri China He Yafei awal bulan ini, menurut Stevenson.
   
"Pemerintah AS prihatin dengan keadaan Dr Xue dan hak-haknya yang diproses berdasarkan hukum China," katanya.
   
Kasus itu mengemuka ketika eksekutif pertambangan Rio Tinto, Stern Hu, seorang warga negara Australia, ditahan bersama tiga rekannya di Shanghai pada Juli.
   
Hu, pimpinan juru runding Rio Tinto dengan perusahaan baja China, menghadapi tuduhan penyuapan dan mata-mata perindustrian.
   
Raksasa tambang Rio Tinto menunda perundingan bijih besinya dengan China setelah penahanan itu, seiring dengan ketegangan diplomatik antara Canberra dengan Beijing.

 

Sumber :
Ant