Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:31 WIB
Ditemukan Indikasi Pemalsuan Data Jemaah Haji
Antony Lee | msh | Jumat, 20 November 2009 | 18:37 WIB
|
Share:

BOYOLALI, KOMPAS.com — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta, Jawa Tengah, menemukan indikasi pemalsuan data jemaah haji. PPIH mendapati 110 jemaah haji Kelompok Terbang 86 dari Kota Solo memiliki alamat nyaris serupa dan beberapa jemaah tak bisa berbahasa Jawa maupun Indonesia.

Ketua PPIH Embarkasi Solo Masyhudi, dalam siaran pers yang dilansir Jumat (20/11) petang, mengaku prihatin mengetahui indikasi pemalsuan data jemaah calon haji itu. Indikasi itu diketahui Kamis kemarin ketika petugas PPIH Embarkasi Adi Soemarmo memeriksa jemaah Kloter 86 asal Kota Solo di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Satgas PPIH curiga ketika melihat daftar calon penumpang pesawat Kloter 86. Terdapat 110 orang yang tercatat berasal dari RT 06 dan RW 15 di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Ternyata, alamat yang digunakan itu merupakan kantor salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Solo.

"Kami sudah konfirmasi kepada salah satu koordinator KBIH itu, tetapi yang bersangkutan mengaku bahwa meski berasal dari NTB, Bali, Jawa Timur, tetapi seluruhnya warga Solo," tutur petugas Humas PPIH Embarkasi Adi Soemarmo Akhmad Suaidi saat dihubungi di Boyolali.

Suaidi mengaku sempat menanyai salah seorang jemaah yang mengaku berasal dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kepada Suaidi, jemaah itu mengaku berangkat bersama 100 orang menggunakan pesawat dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahkan, salah satu jemaah haji asal Pasar Kliwon yang bernama Is, kepada Suaidi, mengaku membantu memfasilitasi pengurusan KK dan KTP, termasuk menyiapkan penginapan dan penjemputan jemaah yang turun di Bandara Adisucipto Yogyakarta.