BUDAPEST, KOMPAS.com - Sekretaris Jendral NATO Anders Fogh Rasmussen meminta tentara sekutu tidak keluar dari Afganistan. Sebab, hal ini akan meningkatkan ancaman dari Al-Qaeda dan mengarah pada situasi tidak aman di kawasan Asia tengah.
"Saya sangat yakin bahwa jika kita menjauh dan berpaling dari Afganistan, maka Al-Qaeda akan kembali," kata Rasmussen pada sebuah konferensi di Budapest.
"Dan jika kita menjauh, bayangkan saja tekanan pada Pakistan yang bersenjatakan nuklir dan keadaan tidak stabil yang menyebar seperti kebakaran hutan di kawasan Asia tengah," katanya.
Rasmussen mengakui, bahwa meski biaya operasi NATO di Afganistan cukup tinggi. Namun dengan menjauh dari negara itu, justru akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi lagi. Mereka menginginkan agar ada lebih banyak prajurit dikirim ke Afghanistan untuk melatih pasukan Afganistan sehingga mereka bisa memikul tanggung jawab untuk masalah keamanan, sebuah proses yang diharapkan NATO akan dimulai di sejumlah daerah pada tahun depan.
Menurut Rasmussen, Presiden Hamid Karzai yang dilantik Kamis untuk masa jabatan lima tahun kedua harus menggunakan mandat barunya untuk melakukan reformasi dan memberantas korupsi. "Hari ini di Presiden Hamid Karzai dilantik. Saya mendesaknya dan pemerintah barunya menggunakan mandat baru untuk menunjukkan komitmen kuat dan tegas bagi reformasi," kata Rasmussen.
Pernyataan pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu disampaikan di tengah berlanjutnya kekerasan di Afganistan. Kemarin, pemboman bunuh diri kembali menewaskan 10 warga sipil di Afganistan selatan. Pemboman di provinsi Uruzgan itu dilakukan setelah serangan bom di provinsi berdekatan Zabul yang menewaskan dua prajurit AS dan terjadi pada saat pelantikan tersebut.

