Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:46 WIB
Perang AS di Afganistan Tak Berharga
Josephus Primus | primus | Rabu, 18 November 2009 | 22:27 WIB
|
Share:

Tentara Amerika Serikat berlari ke helikopter angkut Chinook seusai memasok pasukan baru dan perbekalan ke Lembah Korengal, Afganistan, 27 Oktober. Tentara AS berada di Afganistan bagian dari "perang melawan terorisme" Presiden George W Bush.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com -  Dukungan untuk tugas Amerika Serikat di Afganistan merosot sampai dasar baru. Cuma 44 persen dari warga negara adidaya itu menyatakan nilai perang itu sepadan dengan biayanya, kata jajak pendapat baru disiarkan pada Selasa.
   
Di antara peningkatan keterbelahan sikap atas yang pernah menjadi salah satu masalah utama politik luar negeri Presiden Barack Obama, jajak pendapat Washington Post dan ABC News itu juga menunjukkan peringkat untuk caranya mengurus tugas di sana terkikis, dengan 45 persen menyetujui caranya berurusan dengan Afganistan dan 47 mencela, sementara pada tahun lalu 63 persen setuju.
   
Angka itu muncul saat Obama bergulat dengan mengirim atau tidak tambahan tentara Amerika Serikat ke Afganistan untuk meningkatkan perang melawan peningkatan perlawanan pimpinan Taliban, hanya sepekan sesudah singgah di pangkalan tentara Amerika Serikat di Alaska pada awal perjalanan Asia-nya ketika mengatakan kepada tentaranya bahwa ia akan mendapat dukungan rakyat di dalam negeri bagi tugas tersebut.
   
Hanya 44 persen sekarang menyatakan perang di Afganistan layak dilakukan --yang paling sedikit sejak awal 2007-- dan 52 persen mengatakan itu tidak pantas, naik 13 angka dari dasar pada Desember lalu, kata bagian jajak pendapat penyalur berita tersebut.
   
Sementara, 55 persen mengungkapkan keyakinan bahwa Obama akan membangun siasat berhasil di Afganistan, rakyat Amerika Serikat tampak secara merata terpecah atas apakah presiden sebaiknya mengirim banyak lagi tentara negara itu, dengan 46 persen mendukung jumlah tentara lebih besar dan 45 persen lebih kecil. Sebanyak itu juga tampak memercayai Republikan di Kongres untuk manangani perang itu seperti memercayai presiden tersebut.
   
Sementara, keterbelahan sikap nampak tentang perang itu, orang Amerika Serikat secara jelas meragukan kemampuan pemerintah Presiden Afganistan Hamid Karzai, yang dinyatakan menang untuk masa bakti kedua pada bulan ini sesudah pemilihan umum kotor oleh kecurangan. "Hanya 26 persen dari orang Amerika Serikat melihat Karzai sebagai mitra dapat diandalkan Amerika Serikat, dan cuma 38 persen berpikir bahwa pemerintahnya dapat melatih tentara mumpuni untuk mengambil alih keamanan pada suatu titik," kata ABC News.
   
Tentang apakah bahaya serangan teroris di Amerika Serikat akan naik atau turun jika tentara negara adidaya itu ditarik dari Afganistan, hampir dua pertiga di antara warga Amerika Serikat menyatakan risiko masih sama, baik tentara pulang atau tidak.
   
Jajak pendapat atas 1.001 penduduk itu dilakukan lewat telepon dan memunyai tingkat kesalahan 3,5 persen.
   
Jajak pendapat Penelitian Pendapat CNN pada tengah September menunjukkan tingkat tentangan pada kemelut delapan tahun itu, dengan 58 persen petanggap mengatakan menentang perang itu, sementara 39 persen mendukung.
   
Jajak pendapat itu melibatkan 1.012 orang Amerika Serikat pada 11-13 September dan mempunyai tingkat kesalahan tiga persen.
   
Jajak pendapat sebelumnya oleh CNN, yang disiarkan pada dua pekan sebelumnya, menunjukkan 57 persen dari orang Amerika Serikat menentang perang di Afganistan.
   
Pada Juli, 54 persen dari yang ditanya mengatakan menentang perang itu, sudah dengan tajam naik dari 46 persen pada April.

 

Sumber :
Ant