BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya upaya pihak kepolisian yang sedang mengusut kasus penembakan terhadap pekerja kemanusiaan dan staf Uni Eropa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. "Kami mendukung penuh upaya pihak kepolisian untuk menangkap pelaku penembakan yang menimpa Warga Negara Asing (WNA) tersebut," kata Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar di Banda Aceh, Rabu (18/11).
Dua peristiwa penembakan yang terjadi terpisah di Kabupaten Aceh Besar menimpa WNA. Kasus pertama pada 5 November 2009, Kepala Perwakilan Palang Merah Jerman, Ernhard Baeur (50), mengalami luka di bagian lengan dan perut setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di lintasan Jalan Soekarno-Hatta, Lampeunerut, Aceh Besar.
Kemudian, aksi penembakan oleh OTK yang menyebabkan pecahnya kaca Guest House Uni Eropa, di kawasan Garut Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada 16 November 2009, sekitar pukul 22.00 WIB.
Wagub mengatakan, Pemerintah Aceh sangat menyesalkan dan prihatin terhadap kedua kasus yang terjadi dalam satu bulan terakhir, sehingga membuat ketidak nyamanan pekerja asing di Aceh. "Kondisi itu telah membuat kita semua prihatin. Kami juga sudah menyampaikan keprihatinan tersebut kepada seluruh lembaga kemanusian asing di Aceh terkait peristiwa tersebut," katanya.
Ernhard Bauer asal Jerman mengalami luka di bagian lengan dan perut kini dievakuasi di salah satu rumah sakit di Singapura setelah sempat beberapa jam dirawat di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.
Di pihak lain, Wagub Muhammad Nazar, mengharapkan pihak kepolisian agar segera mengungkapkan kasus penembakan secara terbuka, sehingga publik bisa mengetahui motif sebenarnya dari aksi kriminal tersebut. "Kita harapkan polisi dapat menangkap para pelaku yang ingin merusak perdamaian Aceh," katanya.
Untuk itu Wagub meminta semua pihak agar tidak merusak perdamaian yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

