Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:21 WIB
Militer Pakistan Janji Kota-kota Bersih dari Taliban
Egidius Patnistik | made | Selasa, 17 November 2009 | 18:36 WIB
|
Share:

AP Photo/Mohammad Sajjad
Polisi Pakistan tengah menjaga lokasi aksi bom bunuh diri di Peshawar, Pakistan, Sabtu (14/11). Terus meningkatnya eskalasi antara kelompok bersenjata Pakistan dan aparat memancing publik internasional untuk kembali menyorot pilar utama negara Pakistan, yakni Islam dan militer, yang pada masanya pernah erat berdampingan.

TERKAIT:

SARAROGHA, KOMPAS.com — Militer Pakistan, Selasa (17/11), menegaskan akan melakukan serangan terakhir terhadap Taliban dan merebut kembali sejumlah kota dan pusat-pusat penduduk yang dikuasai kelompok garis keras itu di Waziristan Selatan.

Pakistan mengirimkan 30.000 tentara ke medan pertempuran pada 17 Oktober lalu dan berikrar akan menumpas jaringan Tehreek-e-Taliban serta mengecam kelompok itu untuk beberapa serangan bom yang mematikan, yang telah menewaskan lebih dari 2.500 orang selama 28 bulan. Serangan militer Pakistan itu disambut baik Amerika Serikat, yang menuding Waziristan dan sebagian suku Pasthun di perbatasan Afganistan adalah tempat paling berbahaya, di mana Al Qaeda merancang serangan-serangan terhadap Barat.

Juru bicara militer, Mayjen Athar Abbas, mengatakan kepada para wartawa bahwa bekas daerah pertahanan pemberontak, Sararogha, yang padat penduduknya telah direbut kembali militer. Pihak militer juga menghentikan jalur pasokan makanan kepada kelompok militan. "Mitos telah dipatahkan bahwa ini adalah makam para kaisar, dan kini akan menjadi kuburan bagi militer," kata Abbas. "Kota besar dan pusat penduduk itu kini telah diamankan," tambahnya.

Di Sararogha, yang sebelumnya adalah rumah bagi sekitar 10.000 orang, yang dikelilingi oleh bukit-bukit, jalanan dan pasar menjadi reruntuhan dan tidak ada penduduk sipil yang terlihat.

Para pimpinan militer mengatakan, tentara menyerang Janata, Selasa. Janata terletak sekitar enam kilometer di utara Sararogha, yang mereka sebut sebagai bekas daerah pertahanan Uzbekistan dan para pejuang Arab.

Seluruhnya, 550 militan dan 70 tentara telah tewas sejak angkatan bersenjata melancarkan serangan 17 Oktober. Militer hanya memberikan informasi reguler dari garis depan. Beberapa detail tidak bisa diperiksa karena saluran komunikasi putus dan para wartawan serta pekerja bantuan dilarang memasuki secara independen ke daerah itu.

Pakistan memperkirakan 10.000 tentara Tehreek-e-Taliban bersembunyi di Waziristan Selatan. Meskipun ada beberapa kantong perlawanan, dan banyak yang percaya bahwa sejumlah militan telah melarikan diri ke distrik-distrik tetangganya.

Menurut keterangan pihak militer, serangan ke Waziristan Selatan telah membuat lebih dari 250.000 orang telantar. Sementara itu, Perserikatan Bangsa Bangsa menyerukan agar Pakistan menjamin keselamatan dan keamanan penduduk sipil di dalam pelaksanaan operasi militernya.

Sumber :
ANT