Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:12 WIB
Obama Berikrar Galang Hubungan Positif dengan China
Egidius Patnistik | made | Selasa, 17 November 2009 | 17:36 WIB
|
Share:

AFP/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyalami publik pendengarnya selepas acara tanya jawab di Museum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Shanghai, China, Senin (16/11). Dalam kunjungannya kali ini, Obama menyempatkan menyapa publik China yang disebutnya sebagai calon-calon pemimpin China masa depan. Setelah China, Obama akan menuju Korea Selatan.

TERKAIT:

BEIJING, KOMPAS.com — Amerika Serikat dan China, Selasa (17/11), sepakat untuk bekerja sama sebagai tuan rumah bagi sejumlah masalah, dari perubahan iklim sampai persoalan Korea Utara, setelah Presiden AS Barack Obama berikrar untuk menggalang hubungan positif dan komprehensif dengan Beijing. Obama dan Presiden China Hu Jintao juga mengatakan, mereka akan bekerja sama untuk memecahkan friksi-friksi perdagangan antara kedua negara yang menjadi tujuan utama kunjungan Obama ke negara itu.

Dalam pernyataan kepada pers, Obama mengatakan, kedua negara yang merupakan penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia telah bekerja sama ke arah tercapainya keberhasilan pada perundingan perubahan iklim yang didukung PBB di Kopenhagen, bulan depan. "Tujuan kami bukan kesepakatan parsial atau deklarasi politik, tapi benar-benar satu perjanjian yang mencakup seluruh masalah yang dirundingkan, dan keputusan itu segera diberlakukan," kata Obama.

Harapan-harapan itu dikemukakan berkaitan dengan suramnya pernyataan mengenai bagaimana membendung pemanasan global, setelah para pejabat mengatakan seusai KTT Asia Pasifik (APEC) di Singapura bahwa tidak realistis untuk berharap para pemimpin mencapai satu pakta dalam konferensi di ibu kota Denmark itu. Namun, Obama tampaknya mengisyaratkan bahwa satu kesepakatan masih bisa dihasilkan dalam perundingan tersebut. "Sebagai dua negara konsumen dan produsen terbesar energi, tidak akan ada pemecahan untuk menghadapi tantangan ini tanpa upaya kedua negara, China dan AS," kata Obama.

Mengenai perdagangan, Hu mengatakan kepada para wartawan bahwa kedua pihak akan terus melakukan konsultasi-konsultasi berdasarkan kesetaraan untuk memecahkan friksi-friksi ekonomi dan perdagangan. Washington membuat marah China dalam beberapa bulan terakhir ini karena AS mengenakan tarif terhadap produk ban China dan bea pendahuluan untuk beberapa produk baja.

Beijing membalas dengan melancarkan pemeriksaan terhadap impor mobil dan daging ayam dari AS. Perdagangan tampaknya menjadi agenda utama setelah terjadinya serangkaian aksi saling serang dalam beberapa bulan terakhir yang memicu tuduhan-tuduhan bernada marah dari Beijing bahwa AS menerapkan praktik proteksionisme yang mencolok.

Sumber :
ANT