ROMA,KOMPAS.com - Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi saat ini menjadi sosok pejabat yang paling disorot publik negerinya. Dari masalah pribadi, sepak terjang politik, hingga dugaan tindak korupsi yang dilakukannya, Berlusconi ditelanjangi media massa lokal maupun nasional.
Tak hanya media milik rival politiknya. Bahkan, media milik pribadinya pun menyoroti perilaku Berlusconi. Harian Il Giornale, edisi Minggu (15/11) misalnya, memasang headline ”Berlusconi di Bawah Pengepungan”. Harian ini dikelola Mediaset, perusahan media terkemuka Italia milik keluarga Berlusconi.
Perdana Menteri Italia ini berada di bawah tekanan publik sejak Mei 2009 ketika istri keduanya yang mantan aktris, Veronica Lario, menggugat cerai. Gugatan Lario itu dilayangkan bersamaan dengan dipublikasikannya serangkaian skandal seks pribadi Berlusconi dengan sejumlah gadis remaja. Sejak itu, semua sudut kehidupan Berlusconi, baik itu skandal seks, politik, praktik korupsi, maupun kasus hukum atas dirinya, menjadi buah bibir publik Italia.
Meski sorotan terhadap masalah pribadi Berlusconi belakangan ini meningkat tajam, rating kepemimpinan periode ketiga PM Berlusconi yang baru berjalan 18 bulan ini masih tetap tinggi. Berlusconi, yang berkuasa pada tahun 1994-1995, lalu 2001-2006, dan sejak tahun 2008 itu, masih memiliki dukungan dari mayoritas parlemen.
Namun, sepekan terakhir ini, sejumlah kasus mulai menggoyang popularitasnya. Jaksa menuduh Menteri Muda Perbendaharaan yang bertanggung jawab kepada Berlusconi mempunyai jaringan dengan gembong mafia. Belum lagi gugatan cerai Veronica Lario, menyebabkan kehidupan keluarga Berlusconi berantakan.
Juga terungkap bahwa Berlusconi tak mau tinggal di rumah dinas perdana menteri di Roma hanya karena dia yakin sedang terancam kelompok Al Qaeda. ”Saya sangat khawatir,” katanya seperti dikutip harian Corriere della Sera, Minggu. ”Ada seseorang yang ingin menghancurkan saya,” katanya.
Hari Senin, pengadilan melanjutkan lagi sidang atas Berlusconi dengan tuduhan pemalsuan pajak dan akuntasi terkait akuisisi hak-hak TV oleh imperium televisi Mediaset miliknya. Sidang digelar setelah Pengadilan Tinggi Italia mencabut status kekebalan hukum yang biasa dimiliki seorang perdana menteri Italia bulan lalu. Namun, Berlusconi tidak hadir dalam sidang di Milan kali ini.
Tuntutan hukum lain terkait kasus korupsi Berlusconi akan digelar 27 Desember nanti. Susunan kabinet pemerintahannya yang ketiga kali ini pun disusun terburu-buru dengan melakukan reformasi pada sistem peradilan. Tindakannya ini dicurigai sebagai upaya untuk menghambat peradilan atas dirinya.
Disangkal
Berlusconi menyangkal semua tuduhan. Dia bahkan menuduh para jaksa dan hakim melakukan persekongkolan dan mengatakan dirinya menjadi korban sebuah peradilan politik.
Sejumlah sekutu politik Berlusconi belakangan ini ada yang membelot. ”Berlusconi memiliki kewajiban untuk menghadapi semua tuduhan dan tuntutan hukum,” kata Gianfranco Fini, yang bersama Berlusconi mendirikan partai kanan-tengah Rakyat Merdeka, partai Berlusconi yang kini tengah berkuasa.
Sementara itu, Il Giornale menyimpulkan, kasus Berlusconi ”tidak bisa disebut sebagai kebetulan”. Juru bicara majelis rendah, Fini, yang dicurigai bermanuver untuk mengambil alih jabatan Berlusconi, menolak menyebut upaya antipemerintah itu sebagai ”teori tidak biasa”.
Dalam sebuah wawancara televisi, Fini mengingatkan, ini pertanda akan kegagalan Partai Rakyat Merdeka. Wakil Ketua Parlemen dari Partai Rakyat Merdeka Osvaldo Napoli menuduh Fini menelikung Berlusconi.
”Sepertinya Fini telah memberikan sebuah alasan yang baik dan masuk akal bagi Berlusconi agar kembali ke pemilihan awal,” kata Napoli.
Salah satu perdebatan hangat tentang Berlusconi sebenarnya terkait dengan motifnya memilih terjun ke panggung politik praktis. Banyak kritik dilancarkan kepadanya bahwa dia masuk kancah politik hanya untuk mengamankan kepentingan bisnisnya.
Pemilik klub ternama AC Milan kelahiran 29 September 1936 ini juga dikenal kaya raya serta memiliki perusahaan media ternama, Mediaset, yang menerbitkan harian Il Giornale, majalah berita Panorama, dan mengelola tiga stasiun televisi swasta. (AP/REUTERS/CAL)


