KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Giliran Insinyur Jepang Diculik
Selasa, 17 November 2009 | 00:51 WIB

SANAA,KOMPAS.com - Seorang pria bersenjata telah menculik seorang insinyur asal Jepang di dekat ibu kota Yaman dan ingin menukarnya dengan seorang REKAN dari suku yang sama yang ditahan pemerintah. Demikian ungkap seorang pejabat setempat, Senin (16/11) kepada kantor AFP di Arhab.

Menurut dia, pria Jepang itu diculik saat berjalan ke sebuah desa di area pengawasan pembangunan sebuah sekolah. Insinyur yang diculik itu diidentifikasi sebagai seorang pegawai badan bantuan Jepang yang beroperasi di Yaman, namun Kedutaan Besar Jepang di Sanaa menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
       
Pejabat yang tak mau disebut namanya itu mengatakan, sang pelaku menculik korban tersebut dalam upayanya memaksa otoritas Yaman agar mengeluarkan anggota suku mereka yang ditahan oleh polisi tanpa tuduhan yang jelas.

Beberapa sumber lain mengatakan, para penculik adalah anggota suku Jub Zindani yang sedang mengupayakan pembebasan seorang tahanan yang dituduh sebagai anggota muslim garis keras namun tidak pernah disidangkan meski telah empat tahun berada dalam penahanan.

Negosiasi sedang dilakukan dengan suku tersebut untuk berusaha membebaskan sandera Jepang itu dan sebagai imbalannya akan dilakukan persidangan cepat terhadap warga suku yang ditahan itu.

Orang-orang suku di kawasan miskin Yaman seringkali melakukan penyanderaan untuk menekan pemerintah agar memberikan bantuan, pekerjaan, atau membebaskan orang-orang suku rekan mereka yang ditahan.

Lima orang Jerman dan seorang warga Inggris yang diculik pada Juni di Yaman bagian utara hingga kini masih belum diketahui nasib mereka. Kelompok orang Barat itu termasuk diantara sembilan orang yang diculik di daerah Saada, markas pemberontak Syiah yang dipimpin Abdel Malek al-Huthi. Tiga orang lain dalam kelompok itu -- dua orang Jerman dan seorang Korea Selatan -- dibunuh.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : AFP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.