Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:26 WIB
BPHI Siapkan 200 Ambulans
Imam Prihadiyoko | Glo | Senin, 16 November 2009 | 12:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang hari wukuf di Arafah, tim pelayanan kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia Makkah juga terus berbenah. Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Senin (16/11), mengungkapkan, kesiapan tim kesehatan ini diperlukan untuk mengantisipasi jemaah haji dan harus disafariwukufkan.

Menurut penanggung jawab BPHI, Dr Anita Rosari SpPD, pada 10 hari menjelang Armina, semua dokter baik di BPHI maupun di tiap sektor harus mempresentasikan jumlah pasien yang tak mampu mengikuti Armina bersama jemaah lainnya. "Nanti lima hari menjelang Armina, kami melakukan pengecekan ulang data lagi agar lebih akurat," tambahnya.

BPHI juga menyediakan ambulans yang mampu menampung sekitar 200 orang untuk keperluan safari wukuf. Sebanyak 27 unit ambulans yang dioperasikan misi haji Indonesia di Jeddah dan Madinah akan ditarik ke Mekkah untuk memaksimalkan pelayanan. "Pasien-pasien yang mampu duduk akan kami angkut menggunakan bus khusus," tambahnya.

BPHI juga akan mendirikan tenda khusus selama Armina untuk memudahkan pelayanan terhadap jemaah. "Semua dokter dan paramedis akan ditarik ke Mekkah untuk keperluan ini," tambahnya.

Saat ini di Jeddah-Madinah-Mekkah, jumlah jemaah yang menjalani rawat inap sebanyak 143 orang dan rawat jalan 3.718 orang. Bila sampai Armina kondisinya masih seperti itu maka pasien-pasien rawat inap itu akan disafariwukufkan.

Menghadapi Armina, Anita berpesan agar jemaah haji menjaga stamina mereka. Salah satu caranya adalah dengan makan dan minum secara cukup dan tidak terlalu memforsir diri. "Sebaiknya bila fisik tak mampu, tidak perlu melakukan umrah sunah terlalu sering," ujarnya.