Bahkan, perempuan hamil yang nekat turut menunaikan ibadah haji juga tidak akan dilarang. Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah Al-Rabeeah menegaskan hal itu kepada wartawan seperti yang dikutip harian Asharq Alawsat, Minggu (15/11). Menurut Al-Rabeeah, persoalan flu A-H1N1, usia jemaah, dan perempuan hamil merupakan tanggung jawab negara masingmasing yang memberikan rekomendasi kepada jemaah haji. Berdasarkan laporan yang diterima Al-Rabeeah, dari setengah juta anggota jemaah haji dari sejumlah negara yang masuk Arab Saudi, hanya dua orang yang terkena flu A-H1N1. Ia mengatakan hal itu dalam acara peluncuran kampanye flu A-H1N1 di kantor pusat Kementerian Kesehatan, Sabtu lalu. Pemerintah RI jauh-jauh hari telah mengantisipasi jemaah haji kemungkinan tertular flu di Tanah Suci dari jemaah negara lain dengan memberikan vaksin flu kepada setiap anggota jemaah haji. PT Bio Farma (Persero) telah memenuhi kebutuhan vaksin flu jemaah haji asal Indonesia. Seperti diberitakan Kompas, pada musim haji kali ini 240.000 dosis vaksin flu telah didistribusikan ke seluruh jemaah. Hal ini dikemukakan Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar, Kamis di Bandung, Jawa Barat. Anggota jemaah haji asal Kabupaten Cilacap, Marifatun (37), terpaksa dipulangkan ke rumahnya di Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, karena diketahui hamil empat minggu. ”Marifatun seharusnya berangkat bersama suaminya yang tergabung dalam kloter 54 Embarkasi Surakarta pada 10 November lalu,” kata Kepala Tata Usaha Kantor Departemen Agama Kabupaten Cilacap H Wasimin seperti dikutip Antara, Minggu. Sebelumnya, Iyet Suryati (32), anggota jemaah haji kelompok terbang 35 asal Sukabumi, Jawa Barat, melahirkan di Madinah. Saat berangkat, Iyet tidak terdeteksi kehamilannya setelah ia mencampur air seninya dengan minuman teh.
