Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 07:41 WIB
Giliran Sesepuh Anti-Taliban Diincar
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 16 November 2009 | 01:59 WIB
|
Share:

AFP/FAROOQ NAEEM
Anggota komando polisi Pakistan bersiaga di luar rumah seorang perwira militer, setelah terjadi serangan di Islamabad, Selasa (27/10). Dua pengendara motor bersenjata hari itu menembaki mobil yang ditumpangi seorang perwira tinggi di Pakistan, sang perwira selamat. Dalam serangan lain pekan lalu, seorang perwira militer tewas diserang pengendara motor bersenjata.

TERKAIT:

PESHAWAR, KOMPAS. com - Kelompok militan Pakistan menyerang rumah dua sesepuh anti-Taliban dan menewaskan salah seorang dari mereka, Minggu (15/11). Kejadian ini menambah jumlah korban tewas menjadi 15 orang setelah sebelumnya sebuah bim diledakkan di kota Peshawar.

Dalam serangan di Peshawar Sabtu lalu, seorang pria meledakkan bom ketika polisi berusaha menghentikan dan memeriksa mobilnya di sebuah pos pemeriksaan. Beberapa pejabat setempat mengatakan, empat orang yang mencakup seorang anak tewas pada tengah malam, sehingga korban tewas menjadi 15. Serangan itu diklaim oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Kekerasan berlanjut di daerah itu Minggu, ketika sekitar 50 gerilyawan anggota kelompok terlarang Lashkar-e-Islam menyerang rumah Fahimuddin, seorang wali kota setempat yang membentuk milisi untuk memerangi Taliban.
       
"Bisa dipastikan 100 persen bahwa orang-orang ini datang untuk membunuh saya. Mereka meninggalkan granat dan senapan Kalashnikov," kata Fahimuddin kepada AFP.

Polisi di Peshawar mengkonfirmasi serangan yang gagal itu dan mengatakan, tiga militan tewas dalam bentrokan dengan milisi Fahimuddin. Militan-militan yang lain melarikan diri.

Minggu malam, di distrik berdekatan Bajaur, puluhan gerilyawan Taliban menyerang rumah sesepuh suku pro-pemerintah Malik Sher Zaman dan membunuhnya di kota Mamond. Sesepuh itu juga membentuk sebuah milisi anti-Taliban.

"Ia ditembak mati dan rumahnya diledakkan oleh Taliban," kata Adalat Khan, pejabat pemerintah daerah. Istri dan anak Zaman berada di dalam rumah itu namun berhasil menyelamatkan diri.

"Taliban juga menembakkan 30 roket ke berbagai lokasi (di Bajaur)," kata Khan, dengan menambahkan bahwa tidak ada korban dalam serangan tersebut.

Beberapa analis telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu mereka akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur dan tempat lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari Waziristan Selatan, yang sedang digempur pasukan darat Pakistan.

Sumber :
AFP