Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:36 WIB
Gerilyawan Taliban Makin Haus Darah
Taufiq Zuhdi | tof | Minggu, 15 November 2009 | 05:26 WIB
|
Share:

AFP/Anwar Ullah
Pada gambar yang diambil pada 24 Oktober terlihat anggota milisi khusus yang berkumpul di Bajaur, Pakistan. Mereka bertekad memerangi Taliban dari wilayahnya. Dalam serangan ke basis-basis Taliban di perbatasan Pakistan-Afganistan, pemerintah juga meminta peran kelompok suku untuk membantu pasukan pemerintah.

TERKAIT:

PESHAWAR, KOMPAS.com - Kekerasan dengan memangsa korban jiwa manusia terus terjadi di Pakistan. Kemarin, seorang pembom bunuh diri meledakkan mobilnya yang dipenuhi bahan peledak di sebuah pos pemeriksaan polisi di kota Peshawar  menewaskan sedikitnya 11 orang.

"Sedikitnya 11 orang tewas dan 26 orang yang lain terluka.Pembom itu meledak ketika polisi memintanya untuk berhenti.  Tiga wanita, tiga anak dan lima pria tewas dalam ledakan itu," kata kepala pemerintah distrik Peshawar Sahibzada Anis pada AFP.

Kepala kepolisian Peshawar Liaqat Ali Khan mengatakan, dua polisi termasuk di antara mereka yang tewas. Malik Jahangir, yang bertugas di pos pemeriksaan itu, mengatakan bahwa sejumlah polisi sedang memeriksa kendaraan ketika ia melihat sebuah mobil hitam yang mencurigakan melintasi pagar dan minta salah seorang polisi untuk pergi dan memeriksanya.
 
"Saya melihat ada perdebatan antara sopir mobil itu dan polisi dan tiba-tiba ledakan menjatuhi saya dengan serpihan bom yang menembus bahu saya," tuturnya.

Saksi lain, Akbar Ali menyatakan, saat itu ia sedang naik motor dan menunggu antrean di pos pemeriksaan ketika ia melihat perselisihan antara pembom dan polisi tersebut. "Ia seorang pria muda, sekitar 20 tahun dengan jenggot kecil dan memakai topi putih. Ketika saya memperhatikan tubuhnya mengembang, saya tinggalkan motor saya di sana dan saya lari takut ia mungkin seorang pembom."

Ali mengatakan, beberapa detik kemudian bom yang besar sekali melemparkannya ke tanah. Gambar televisi menunjukkan gulungan asap besar sekali di atas lingkungan permukiman Pushta Khara, pinggiran Peshawar, dan puing beberapa mobil.

Peshawar, di pinggiran daerah suku Pakistan yang dipenuhi dengan gerilyawan al Qaida dan Taliban, semakin menjadi tempat yang disenangi untuk sasaran serangan oleh gerilyawan, khususnya sejak militer melancarkan serangan 1 Oktober.

Pemerintah menyalahkan serangan yang meningkat itu pada Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP)."Kami mengaku bertanggngjawab atas serangan bunuh diri di pos pemeriksaan ISI, Bannu dan Peshawar. Kami ingin melancarkan begitu banyak serangan sehingga presiden, perdana menteri dan gubernur tidak akan dapat duduk di istana mereka," kata Tariq, juru bicara TTP.

Sumber :
ANT,AFP