Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 08:01 WIB
Pemberontak Yaman Gasak 2 Tentara Saudi
Taufiq Zuhdi | tof | Minggu, 15 November 2009 | 00:42 WIB
|
Share:

AP photo/Kim Do-yun
ilustrasi

TERKAIT:

RIYADH, KOMPAS.com - Dua tentara Arab Saudi tewas dan lima orang lagi cedera dalam pertempuran dengan pemberontak Yaman di perbatasan kedua negara. Kedua tentara yang tewas itu diidentifikasi bernama Ahmad Bin Said Al-Amri dan Abdullah Kalandar Al-Abdalli.

Sumber-sumber medis di rumah sakit Samtah di kota Jizan, Arab Saudi mengatakan, jenazah dua tentara Arab Saudi itu telah diterima pada Jumat. Demikian informasi yang dilaporkan surat kabar Sharq El-Awsat, Sabtu.
    
Sumber militer Saudi mengatakan tentara yang tewas dan cedera itu akibat baku tembak dengan para pemberontak Yaman yang menyusup ke dalam wilayah pegunungan Jabal Al-Dukhan di perbatasan Saudi-Yaman. Korban tewas itu menambah panjang daftar kematian warga Arab Saudi menjadi sembilan sejak pertempuran dengan pemberontak Zaidi Yaman, yang telah berlangsung sejak 3 November.

Otoritas Riyadh mengatakan, pasukannya telah menewaskan sejumlah anggota pemberontak Houthi dan menawan sejumlah orang lainnya, namun sejauh ini belum dapat dikonfirmasi. Menurut pemberontak Syiah, pasukan Arab Saudi terus melancarkan serangan terhadap posisi-posisi Houthi dengan artileri berat dan telah mengerahkan paramiliter dan pasukan elit ke kawasan perbatasan untuk mengejar pemberontak.

Pasukan Arab Saudi melancarkan serangan bom ke posisi-posisi Houthi di ketinggian 2.000 meter Gunung Al-Dukhan di perbatasan sejak 4 November, setelah pemberontak membunuh seorang penjaga perbatasan Arab Saudi dan menduduki dua desa di dalam wilayah Saudi.

Riyadh mengatakan, serangan udara dan darat akan terus dilancarkan hingga para pemberontak itu mundur puluhan kilometer dari wilayah perbatasan Saudi-Yaman. Serangan militer Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi itu dilancarkan menyusul pasukan Yaman melancarkan serangan bersandi "Operasi Bumi Hangus" terhadap pemberontak di kawasan utara Yaman pada 11 Agustus.

Sumber :
ANT,AFP