SINGAPURA, KOMPAS.com - Pertemuan para pemimpin ekonomi Forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Singapura, Sabtu (14/12) menyepakati sejumlah hal baru. Di antaranya, adalah konsensus untuk memberlakukan Kawasan Pasar Bebas Asia Pasifik (FTAAP) dengan segera meletakkan dasar dan mengeksplorasi segala bentuk yang mungkin.
Keterangan resmi Chen Hwai Liang, Sekretaris Media Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, menyatakan sejumlah pemimpin ekonomi menyoroti perlunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Strategis Trans-Pasifik (TPP) sebagai salah satu cara yang mungkin digunakan untuk mencapai visi itu.
Mereka menyambut baik pernyataan Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahwa AS akan terlibat dengan TPP. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada kesempatan itu mengatakan bahwa langkah signifikan seperti TPP penting untuk membantu menjaga momentum dalam upaya APEC mewujudkan visi FTAAP.
Dia juga mengatakan bahwa situasi politik harus tepat sebelum negosiasi FTAAP kawasan diluncurkan. Selaku pemimpin pertemuan itu, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengungkapkan, sekalipun ada tanda-tanda pemulihan perekonomian pascakrisis namun perekonomian global masih dalam bahaya, dengan adanya pengangguran, lemahnya konsumsi dan tekanan proteksionisme.
Sejumlah pemimpin ekonomi yang lain pada kesempatan itu berbicara mengenai keperluan untuk menjembatani kesenjangan pembangunan antara negara-negara anggota APEC dan memperkuat upaya pembangunan kapasitas. Beberapa di antaranya juga mengangkat isu perluasan agenda pembahasan APEC pada tantangan baru seperti ketahanan pangan.
APEC merupakan forum yang terbentuk dan perkembangannya dipengaruhi antara lain oleh kondisi politik dan ekonomi dunia saat itu yang berubah secara cepat di Uni Soviet dan Eropa Timur. Forum yang dibentuk pada 1989 di Canbera Australia itu telah melaksanakan langkah besar dalam menggalang kerja sama ekonomi sehingga menjadi suatu forum konsultasi, dialog.


