SINGAPURA, KOMPAS.com- Pemerintah belum berniat bergabung dengan forum kerjasama Trans-Pacific Partnership atau TPP yang saat ini beranggotakan Singapura, Chili, Brunei Darussalam, dan Selandia Baru karena belum menemukan manfaat yang besar dari kerjasama itu. Indonesia lebih memilih blok-blok kerjasama lain yang lebih dekat secara regional, antara lain ASEAN Plus Tiga Negara, yakni China, Korea Selatan, dan Jepang.
Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela pertemuan bilateral Indonesia dengan beberapa negara sahabat di Singapura, Sabtu (14/11).
Menurut Mari, TPP digagas oleh keempat negara yang saat ini masih menjadi anggotanya sejak tahun 1999. Saat itu, setiap negara dipersilahkan untuk memilih blok-blok kerjasama ekonomi yang mereka nilai paling nyaman dalam bentuk perdagangan bebas kawasan.
"Setiap negara mencari blok-blok yang menurut mereka nyaman, sembari menunggu perdagangan bebas kawasan Asia Pasifik yang dibentuk dalam rangka APEC (Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik) atau FTAAP dibentuk," ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat memastikan akan menjadi anggota TPP untuk mendorong terciptanya lebih banyak lapangan kerja baru. Lapangan kerja bisa tercipta karena, dengan keikutsertaan di TPP, diharapkan akan ada aliran ekspor barang dan jasa dari AS yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di negara itu.


