KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
China Masih Suka Tahan Warganya Sendiri
Kamis, 12 November 2009 | 18:46 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Human Rights Watch menuding China masih suka menahan warganya sendiri, meski warganya datang dari daerah untuk menyampaikan ketidakadilan kepada pemerintah pusat.

Menurut lembaga itu, Kamis (12/11), tempat penahanan tersebut ilegal. Para warga yang malang itu kerap disekap di hotel, rumah jompo, atau rumah sakit jiwa.

Ironisnya, organisasi HAM asal Negeri Paman Sam itu mengatakan seperti ditulis BBC, China selalu menyatakan diri sebagai negara hukum. Dalam laporan berjudul "An Alleyway in Hell", Human Rights Watch menyatakan bahwa orang biasa sering diculik dari jalan dan dibawa ke pusat penahanan ilegal. Mereka kadang-kadang diambil hartanya, dipukuli, dan mereka tidak dijelaskan mengenai alasan penahanan.

Human Rights Watch menyatakan telah mengumpulkan informasi melalui wawancara terhadap 38 tahanan, awal tahun ini. "Saya bertanya, mengapa mereka menahan saya, dan ketika pengawal datang, (mereka memukuli dan menendang saya serta mengatakan bahwa mereka ingin membunuh saya," ujar salah satu mantan tahanan.

"Saya berteriak keras meminta tolong dan mereka menghentikannya. Namun, sejak itu saya tidak berani bertanya," lanjutnya.

Banyak dari mereka yang ditahan adalah orang yang membawa petisi, yakni orang-orang yang melakukan perjalanan ke Beijing untuk mengajukan pengaduan ke Biro Pengaduan. Lembaga ini bertugas membantu masyarakat biasa untuk menangani pengaduan mereka. Namun, pembawa petisi ini ditahan aparat keamanan berpakaian sipil ketika mereka tiba di Beijing.

Penulis: XVD   |   Editor: primus Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.