BOGOTA, KOMPAS.com - Kolombia membawa apa yang disebutnya sebagai ancaman perang Venezuela ke Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (11/11). Ancaman perang itu disampaikan Kolombia setelah Presiden Venezuela, Hugo Chavez, mengatakan tentaranya siap bertempur.
Selama berbulan-bulan Chavez mengatakan, perjanjian militer yang ditandatangani Oktober lalu antara Bogota dan Washington membuka kemungkinan bagi invasi Amerika Serikat (AS) ke Venezuela melalui wilayah Kolombia. AS dan Kolombia membatah tuduhan tersebut. Kedua negara mengatakan, kerja sama mereka semata bertujuan untuk memberantas perdangangan obat bius dan pemberontak Marxis di Kolombia.
Dalam pidato televisi, Minggu, Chavez memerintahkan tentaranya untuk siap perang sebagai cara terbaik untuk menjaga perdamaian. "Persiapkan diri Anda untuk perang," kata Chavez kepada para komandan militernya dalam program reguler di televisi. "Jika Anda ingin perdamaian, Anda harus siap perang."
Kementerian Luar Negeri Kolombia mengatakan, Kolombia menanggapi hal itu dengan mengirim sebuah surat ke Dewan Keamanan PBB, terkait ancaman tersebut. Keluhan resmi itu rawan memicu kemarahan lebih lanjut dari Chavez, pemimpin kiri revolusioner yang pernah menyebut mantan Presiden AS George W Bush sebagai 'iblis'.
Saling tuding antara dua negara tetangga itu meningkat akhir-akhir ini. Kolombia menuduh Chavez tidak membantu memerangi pemberontak yang terlibat peredaran obat bius dan bersembunyi di wilayah perbatasan Venezuela. Sementara Chavez menyebut Kolombia sebagai anjing peliharaan AS.
Chavez kemudian memperhalus retorikanya dengan mengatakan media telah memanipulasi kata-katanya. "Militer Venezuela itu pasif," katanya seraya menambahkan, semua negara menggunakan tentara mereka untuk bertahan dari invasi.
Tampaknya, dia tidak benar-benar menginginkan perang di sepanjang perbatasan panjang yang memisahkan kedua negeri itu. Namun ketegangan yang terjadi telah mengurangi perdagangan bilateral kedua negara, yang nilainya mencapai lebih dari 7 miliar dollar AS tahun lalu.


