SEOUL, KOMPAS.com — Selasa, 10 November 2009, terjadi insiden baku tembak antara kapal patroli AL Korsel dan Korut. Satu kapal Korut terbakar. Pada Rabu (11/11), Korsel melaporkan bahwa satu warga Korut tewas dan tiga orang luka-luka.
Menurut harian The Chosun Ilbo terbitan Rabu di Seoul, insiden itu terjadi di perairan Pulau Daecheong di Garis Batas Utara atau Northern Limited Line (NLL), Laut Kuning. Kompas mencatat, ini adalah insiden yang ketiga setelah insiden berdarah tahun 1999 dan 2002.
Ada apa di Laut Kuning? Laut ini diapit pantai timur China dan pantai barat Semenanjung Korea. Wilayah ini juga menjadi muara Sungai Kuning. Laut ini terletak di utara Laut China Timur. Sengketa perbatasan di antara dua Korea di Laut Kuning ini sudah berlangsung lama. NLL merupakan garis pemisah di perairan lepas pantai timur dan barat Semenanjung Korea dan disusun sepihak oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir perang Korea tahun 1953.
Itu sebabnya, Kim Yong-hyun, profesor Universitas Dongguk, Seoul, menyebutkan bahwa insiden hari Selasa itu merupakan provokasi sengaja dari Korut. Negara itu hendak meningkatkan ketegangan keamanan menjelang lawatan Presiden Barack Obama, 18-19 November.
Pendirian Obama atas masalah Semenanjung Korea sering berubah-ubah. Korut menuntut pakta perdamaian ditandatangani dengan AS untuk menggantikan perjanjian gencatan senjata (yang sudah berakhir pada perang Korea, 1950-1953).
Korut tidak pernah mengakui NLL dan menginginkan NLL ditarik jauh ke selatan. Selain pesan kepada Obama, insiden Selasa itu juga membuka luka lama kedua Korea. (PASCAL SB SAJU)


