Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:34 WIB
350 Tentara Taliban Mogok Makan
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 12 November 2009 | 02:36 WIB
|
Share:

(Getty Images/BANARAS KHAN)
Gambar yang diambil tanggal 1 Juni 2007 ini menunjukkan para pendukung Taliban yang meneriakkan slogan anti-AS dalam sebuah pertemuan di Killi Nalai, sebuah dusun dekat perbatasan Pakistan-Afganistan.

TERKAIT:

KANDAHAR, KOMPAS.com - Ratusan gerilyawan Taliban yang ditahan di sebuah penjara Afghanistan melakukan aksi mogok makan selama tiga hari untuk menuntut perbaikan kondisi penahanan mereka. Dengan menyebut para gerilyawan itu sebagai 'tahanan politik', Gubernur Kandahar Toryalai Wesa mengatakan, seluruh 350 orang Taliban yang ditahan di penjara Sarpoza menolak makan sejak Minggu.

Polisi setempat, aparat intelijen dan delegasi kementerian kehakiman mengunjungi penjara itu untuk mendengarkan tuntutan mereka."Sebuah delegasi gabungan yang mencakup pemimpin agama, pejabat pemerintah Kandahar, anggota dewan provinsi dan sesepuh suku bersiap-siap melakukan pembicaraan dengan mereka untuk berusaha mengakhiri aksi mogok itu," tambahnya.

Salah seorang tahanan bernama Hafizullah mengatakan kepada AFP, pemogok memiliki empat tuntutan dan akan menolak makan sampai tuntutan-tuntutan itu dipenuhi."Kami minta diperlakukan dengan baik, tamu kami tidak diperlakukan sewenang-wenang atau menjadi sasaran pengawasan, dan kami memperoleh makanan dan perawatan kesehatan yang lebih baik," katanya.
       
Juru bicara Taliban, Yousuf Ahmadi mengatakan, aksi mogok makan itu dilakukan akibat penghinaan oleh seorang prajurit pro-pemerintah yang menyulut perkelahian. "Ia (prajurit itu) menghina kepemimpinan Taliban, sehingga orang-orang Taliban memukulinya, kemudian aparat-aparat penjara memukuli Taliban dengan parah sehingga mereka dibawa ke rumah sakit," katanya dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.

Penjara Sarpoza adalah tempat penahanan utama di kota Kandahar, ibukota provinsi Kandahar dan pusat spiritual militan meski pasukan pimpinan AS telah menggulingkan rejim Taliban di Kabul pada 2001.
       
Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan. Terdapat lebih dari 100.000 prajurit internasional, terutama dari AS, Inggris dan Kanada, yang ditempatkan di Afghanistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban.
       

Sumber :
Ant, Reuters