PESHAWAR, KOMPAS.com - Sedikitnya 10 prajurit Pakistan tewas akibat ledakan ranjau darat dan serangan para gerilyawan di dekat perbatasan Afghanistan, Rabu (11/11).
"Delapan prajurit mati syahid dan dua lagi terluka ketika kendaraan mereka terkena ledakan ranjau darat yang ditanam di pinggir jalan," kata Mayor Fazal ur-Rehman, juru bicara Korps Perbatasan, kepada AFP.
Menurut Fazal, serangan itu terjadi di daerah pinggiran Safi, distrik suku Mohmand. Saat itu para prajurit sedang patroli rutin ketika ranjau darat yang dipasang militan meledak dan merusak mobil pikap mereka.Dua mayat ditemukan setelah serangan itu dan 10 pemberontak tewas setelah helikopter serang membom tempat-tempat persembunyian militan di daerah tersebut.
Pasukan keamanan terus melakukan operasi besar-besaran terhadap militan muslim di Mohmand dan Bajaur pada Agustus 2008. Pada Februari, militer menyatakan bahwa Bajaur bersih setelah pertempuran sengit berbulan-bulan, namun kerusuhan terus berlangsung.
Akhir-akhir, tentara Taliban meningkatkan kegiatan di Bajaur, satu dari tujuh daerah suku yang berada di bawah pemerintah federal Pakistan (FATA) di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, yang dianggap sebagai markas gerilyawan Taliban dan Al-Qaeda.
Beberapa analis telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu mereka akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur dan tempat lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari Waziristan Selatan, yang sedang digempur pasukan darat Pakistan.
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.
Menurut militer, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka melancarkan serangan di Bajaur pada awal Agustus tahun lalu, termasuk komandan operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang berkebangsaan Mesir.


