Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:44 WIB
Korsel Kirimkan Dua Kapal Perang
Josephus Primus | primus | Rabu, 11 November 2009 | 19:38 WIB
|
Share:

Ilustrasi

TERKAIT:

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan (Korsel), Rabu (11/11), mengirim dua kapal perang lagi untuk menjaga perbatasan Laut Kuning yang disengketakan dengan Korut, kata sumber-sumber militer, sehari setelah bentrokan angkatan laut yang menimbulkan ketegangan di semenanjung itu.
    
Sumber-sumber itu mengemukakan kepada AFP kapal-kapal patroli berbobot mati 1.800 ton itu akan "memperkuat pengawasan" di sepanjang perbatasan laut yang menurut Seoul menjadi tempat sebuah kapal patroli angkatan laut Korut terbakar, Selasa dalam baku tembak.
    
Kementerian pertahanan mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan komentar mengenai masalah-masalah operasional.
    
Sumber-sumber militer yang dikutip surat-surat kabar mengatakan seorang pelaut Korut tewas dan tiga lainnya cedera dalam baku tembak singkat tetapi seru Selasa itu, hanya seminggu sebelum Presiden AS Barack Obama tiba di Seoul sebagai bagian dari lawatannya ke Asia.
    
Juru bicara Gedung Putih menyerukan Korut tidak lagi melakukan aksi-aksi lebih jauh "yang dapat meningkatkan ketegangan". Tetapi, Washington mengumumkan pihaknya menyetujui sebuah  undangan untuk mengirim satu utusan ke Pyongyang dalam usaha membawa Korut kembali ke perundingan perlucutan senjata nuklir.
    
Departemen Luar Negeri mengatakan utusan AS ke Korut itu, Stephen Bosworth mungkin akan mengunjungi negara itu sebelum akhir tahun ini.
     
Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young  memerintahkan para komandan angkatan darat, laut, dan udara di sepanjang perbatasan dengan Korut meningkatkan pengawasan dan menanggapi segera setiap provokasi.
     
Seoul mengatakan kapal Korut mengabaikan lima peringatan untuk mundur dan kemudian menembaki ke sebuah kapal Korsel yang melepaskan tembakan peringatan. Satu atau dua kapal Korsel kemudian membalas tembakan itu.
     
Para pejabat tidak dapat mengkonfirmasikan  korban di pihak Korut itu tetapi mengatakan tidak ada korban di pihak Korsel, walaupun sebuah kapal Korsel diserang 15 kali.
     
Ketegangan lintas perbatasan meningkat selama lebih dari setahun dan Korut dikecam masyarakat internasional karena melakukan uji coba rudal, mengundurkan diri dari perundingan perlucutan senjata nuklir yang diikuti enam negara dan uji coba bom atom kedua. PBB memperketat sanksi-sanksi menanggapi tindakan Korut itu.
     
Korut kini mengatakan pihaknya siap bergabung kembali dengan perundingan enam negara jika perundingan-perundingan dengan AS berjalan dengan baik. Washington menegaskan perundingan-perundingan itu hanya bertujuan untuk membawa Pyongyang kembali ke forum enam negara  yang juga termasuk Korsel, Jepang, China, dan Jepang itu.
     
Sekitar 300 aktivis melakukan unjuk rasa di Seoul, membakar potret-potret pemimpin Korut Kim Jong Il sebagai protes terhadap bentrokan angkatan laut itu.

Sumber :
Ant