KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
APEC: Pangkas Hambatan Distribusi Barang
Laporan wartawan KOMPAS Orin Basuki
Rabu, 11 November 2009 | 07:50 WIB
AP Photo/Wong Maye-E
Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Seiko Hashimoto (kiri) menjabat tangan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Mari Elka Pangestu di sela-sela berlangsungnya sidang APEC di Singapura, Selasa (21/7).
TERKAIT:

SINGAPURA, KOMPAS.com - Dalam setahun terakhir ini, salah satu fokus utama kebijakan para pemimpin 21 negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) adalah memastikan agar rantai distribusi barang lancar.

Sebab, setiap peningkatan efisiensi sebesar 10 persen pada distribusi barang dan jasa dapat menaikkan nominal produk domestik bruto atau PDB APEC sebesar 21 miliar dollar AS per tahun.

Demikian diungkapkan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Singapura, Teo Chee Hean dalam Gala Dinner khusus untuk Dewan Penasihat APEC (ABAC) di Singapura, Selasa (10/11) malam.

Menurut Hean, salah satu faktor yang bisa mendorong daya saing bisnis adalah kaitan dalam rantai distribusi, yang merupakan urat nadi sistem perdagangan global. Hitungan waktu dan konektivitas jejaring logistik dan transportasi, baik melalui darat, laut, maupun udara, merupakan hal mendasar dalam distribusi barang dan jasa.

Membuat rantai pasokan regional yang mudah dan lebih efisien dapat menolong pelaku bisnis untuk terus berkembang di kawasan Asia Pasifik. APEC telah mengembangkan Inisiatif Konektivitas Rantai Pasokan yang akan menunjukkan berbagai titik kritis pada jaringan antar negara, seperti masalah pada prosedur kepabeanan dan infrastruktur pelabuhan yang tidak nyaman. "Dengan demikian, pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana membongkar hambatan-hambatan itu," ungkap Hean.

Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.