KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Pemberontak Kuasai Perbatasan, Iran Bantah
Rabu, 11 November 2009 | 05:32 WIB

SANAA, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Yaman, Selasa (10/11), mengklaim telah menguasai lebih banyak lagi wilayah di perbatasan dengan Arab Saudi, sedangkan Pemerintah Iran membantah terlibat mendukung pemberontakan di Yaman.

”Penguasaan penuh dilakukan semalam di sekitar Qatabar, dan kontrol atas semua suplai dan amunisi, juga bangunan-bangunan dan situs-situs militer lainnya,” kata kelompok pemberontak dalam penjelasannya.

Hal itu semakin meningkatkan kekhawatiran meningkatnya ketidakstabilan di wilayah yang sangat dekat dengan eksportir minyak terbesar dunia itu.

Qatabar adalah wilayah pegunungan utara yang berada di Provinsi Saada, di mana sebagian besar pertempuran terjadi, dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Para pejabat Yaman belum bisa dimintai komentar terkait klaim pemberontak itu.

Otoritas Arab Saudi, Minggu (8/11), menyatakan, telah merebut kembali Jabal Dukhan yang dikuasai pemberontak pekan lalu dalam sebuah penyerbuan masuk lintas batas, setelah Angkatan Udara Saudi melancarkan serangan udara ke posisi-posisi pemberontak di utara Yaman.

Arab Saudi semakin khawatir atas ketidakstabilan di Yaman, yang menghadapi pemberontakan kelompok Syiah di utara, sentimen separatisme di selatan, dan meningkatnya ancaman kebangkitan gerilyawan Al Qaeda.

Perbatasan sepanjang 1.500 kilometer antara Yaman dan Saudi menjadi sumber kekhawatiran utama bagi Saudi, yang sedang membangun sebuah pagar pembatas berteknologi tinggi untuk mencegah penyusupan.

Dalam beberapa pekan lalu, pemberontak Houthi menuduh Arab Saudi mengizinkan pasukan Yaman menggunakan wilayahnya sebagai basis untuk melancarkan serangan terhadap mereka dan mengancam akan merespons setiap serangan.

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki, Selasa, membantah negerinya mendukung kelompok-kelompok pemberontak di Yaman dan menegaskan bahwa Iran pun menginginkan stabilitas di seluruh kawasan.

Yaman pada bulan lalu mengatakan telah menyita sebuah kapal yang membawa persenjataan, dengan tujuan para pemberontak Zaidi yang Syiah, serta menahan para kru Iran, di sebuah pelabuhan Provinsi Haja, yang berbatasan dengan wilayah konflik.

”Sebuah negara yang mengupayakan sebuah peran untuk membangun perdamaian dan stabilitas di semua negara di kawasan tidak akan mengambil peran untuk menciptakan ketegangan-ketegangan,” ujar Mottaki. (AFP/Reuters/OKI)

Editor: jimbon   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.