KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
JAL Berbenah, Eksekutif Tak Terima Gaji
Selasa, 10 November 2009 | 12:10 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Japan Airlines (JAL) mengatakan pada Senin (9/11) bahwa para eksekutifnya tidak akan dibayar pada Desember karena perusahaan penerbangan yang sedang berkemelut itu ingin mengurangi biaya dalam upaya mencegah kerugian perusahaan yang lebih besar.
    
Langkah tersebut akan dialami pimpinan JAL, Haruka Nishimatsu dan 70 pejabat lain di perusahaan itu. Demikian dikatakan juru bicara untuk penerbangan tersebut.
    
Menurutnya, JAL juga ingin menghapus pembayaran bonus untuk 17.000 non-pekerja eksekutif meskipun keputusan formal belum dibuat. "Sejak para pemegang saham mempertanyakan modal mereka, kami harus berusaha mengurangi biaya," kata juru bicara tersebut.
    
JAL, maskapai penerbangan terbesar di Asia yang terlilit utang itu, mencoba untuk merehabilitasi perusahaan dengan dukungan badan perubahan haluan korporasi yang didukung pemerintah. Perusahaan itu berencana mengurangi ribuan karyawan dan mengurangi jalur-jalur yang merugi. 
    
Tidak seperti para pesaing Amerika Serikat mereka, para pejabat Jepang sebagian besar menghindari perselisihan seputar pembayaran korporasi selama pelemahan ekonomi dengan menurunkan gaji mereka dan mengorbankan finansial lain.
    
Nishimatsu kini menggunakan bus ke tempat kerja dan mengantre bersama para pekerja lain untuk makan siang di kantin perusahaan tersebut.

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.