KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Kasus Xinjiang Berlanjut
Selasa, 10 November 2009 | 08:35 WIB
AFP/GOH CHAI HIN
Seorang lelaki Muslim berjalan melewati deretan tentara China yang beristirahat di pinggiran jalan di Urumqi, ibu kota daerah otonomi khusus Xinjiang, China barat, Kamis (9/7). Pertikaian antara etnis minoritas Uighur dan warga mayoritas Han membuat aparat keamanan China menjaga ketat kota kaum Han dan Uighur ini.

BEIJING, KOMPAS.com - Para penuntut China telah memberkas dakwaan terhadap 20 orang lagi terkait dengan kerusuhan mematikan Juli di wilayah Xinjiang di bagian barat negara itu, media setempat melaporkan Senin (9/11), setelah sembilan orang yang lain dihukum mati.
   
Semua 20 orang itu menghadapi tuduhan yang mencakup pembunuhan, pembakaran, perompakan, pelukaan dan peledakan yang dingaja yang berkaitan dengan kerusuhan etnik yang meletus di Xinjiang pada 5 Juli, kantor berita Xinhua melaporkan dari ibu kota wilayah itu, Urumqi.
   
Tuduhan itu secara khusus dikaitkan dengan kematian 18 orang dan luka yang diderita oleh tiga orang yang lain, dan juga kerusakan properti senilai 340.000 dolar AS.
   
Kekerasan yang meletus pada 5 Juli itu membuat etnik Uighur bentrok dengan anggota kelompok Han, yang dominan di China, dan menyebabkan 197 orang tewas dan lebih dari 1.800 orang luka-luka, menurut jumlah resmi.
   
Senin pagi, China menyatakan telah menghukum mati sembilan orang dalam eksekusi pertama terkait dengan kerusuhan tersebut.

 

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.