RIYADH, KOMPAS.com — Arab Saudi menurunkan skala serangannya terhadap pemberontak Yaman di sepanjang perbatasan yang bergunung-gunung dan menahan 200 atau lebih gerilyawan, kata seorang penasihat pemerintah, Senin (9/11). "Penembakan seru di daerah itu semuanya berakhir," kata penasihat yang tidak bersedia disebutkan namanya.
"Kini ada satuan-satuan taktis dikerahkan di sana. Kami ingin meyakinkan bahwa pemberontak telah dilumpuhkan," ujarnya.
Penasihat itu mengatakan, pihak Arab Saudi menahan ratusan gerilyawan. "Dalam 48 jam belakangan ini telah banyak yang menyerah. Kami menghitung ada ratusan gerilyawan yang menyerah," katanya.
Pekan lalu, para pengebom angkatan udara dan artileri Arab Saudi menggempur posisi-posisi pemberontak di provinsi Saada, Yaman barat laut. Serangan itu terjadi setelah gerilyawan Zaidi yang beraliran Syiah, yang dikenal sebagai Houthi, membunuh seorang pengawal perbatasan Arab Saudi dalam satu serangan dan menduduki desa-desa Arab Saudi di lereng-lereng gunung Jebel al-Dukhan.
Walaupun pernyataan-pernyataan resmi dari Riyadh menegaskan bahwa serangan Arab Saudi dilakukan dalam wilayah Arab Saudi, pemberontak dan sumber-sumber lainnya mengatakan bahwa serangan-serangan itu ditujukan ke kamp-kamp gerilyawan di Yaman.
Sejak bentrokan awal, paling tidak dua tentara Arab Saudi tewas dan empat lainnya hilang, sedangkan korban di pihak Houthi tidak diketahui.
Pihak Houthi mengatakan, mereka menahan beberapa tentara Arab Saudi, tetapi tidak memberikan bukti kuat.


