KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Venezuela Siap Perang, Kolombia Minta Tolong PBB
Senin, 9 November 2009 | 13:26 WIB

BOGOTA, KOMPAS.com — Kolombia akan meminta bantuan Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Negara Amerika atau OAS setelah Presiden Venezuela Hugo Chavez memerintahkan militernya bersiap perang guna menjamin perdamaian.

Beberapa kali Chavez mengatakan bahwa perjanjian kerja sama militer yang ditandatangani Bogota dan Washington bulan lalu dapat digunakan untuk invasi Amerika Serikat terhadap Venezuela dari wilayah Kolombia. Namun, Amerika Serikat dan Kolombia membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa kerja sama itu hanya bertujuan untuk memerangi para pedagang obat bius dan pemberontak Marxis di Kolombia.

Dalam pidato televisi, Minggu, Chavez memerintahkan militer bersiap untuk perang sebaik mungkin untuk mempertahankan perdamaian di kawasan itu. Presiden Kolombia Alvaro Uribe langsung menanggapi dengan satu pernyataan menolak pernyataan Chavez. "Guna menanggapi ancaman perang yang diucapkan Pemerintah Venezuela itu, Pemerintah Kolombia meminta bantuan OAS dan Dewan Keamanan PBB," kata pernyataan Uribe.

Kolombia juga menyerukan adanya dialog terbuka dengan Venezuela  menyangkut konflik diplomatik mereka. Venezuela mengeluarkan dana lebih dari tiga miliar dollar AS untuk pembelian senjata. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menganggapi fenomena itu. Ia memperingatkan adanya perlombaan senjata di kawasan tersebut.

Kolombia baru-baru ini meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melakukan penengahan setelah Chavez membekukan impor beberapa jenis barang Kolombia sebagai protes terhadap perjanjian militer dengan AS itu. Setelah AS, negara-negara tetangga adalah mitra dagang terbesar kedua Kolombia. Perdagangan antara Kolombia dan Venezuela tahun lalu mencapai lebih dari 7 miliar dollar AS.

Kolombia mengatakan, pembekuan impor telah memperburuk resesi negara itu dan sektor ekspor terpukul berkali-kali akibat permintaan global yang rendah karena krisis keuangan dunia. Washington menganggap Uribe sebagai penyangga terhadap Chavez dan pemimpin sosialis di kawasan itu seperti Rafael Correa dari Ekuador, sebuah negara yang juga berbatasan dengan Kolombia.

Penulis: EGP   |   Editor: wsn   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.