
PESHAWAR, KOMPAS.com - Sedikitnya dua belas orang, termasuk seorang wali kota anti Taliban, tewas dalam serangan bom mobil bunuh diri di dekat sebuah pasar ternak yang ramai di kota Peshawar, Pakistan, Minggu (8/11).
Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan juga mencederai 36 orang tersebut. Mereka menyebut pemboman itu sebagai pembalasan atas upaya wali kota Abdul Malik menghidupkan milisi untuk melawan gerilyawan muslim garis keras itu.
"Penyerang bunuh diri memasuki sebuah mobil dan meledakkannya ketika wali kota sedang berdiri bersama sejumlah tamu di luar wisma-tamunya di dekat pasar ternak setempat," kata kepala distrik Sahibzada Anis kepada AFP.
Dokter Muslim Khan di rumah sakit utama Lady Reading di Peshawar mengatakan, 12 orang tewas dan 36 lain cedera dalam serangan itu. Menurut beberapa petugas rumah sakit, dua anak termasuk di antara mereka yang tewas."Abdul Malik dan seorang komandan pasukan lokal anti-Taliban juga termasuk korban tewas," kata kepala kepolisian Peshawar Liaqat Ali Khan kepada AFP.
Malik, Wali Kota Adizai, kota di pinggiran Peshawar, dulu memiliki hubungan dekat dengan militan Taliban. Namun ia beralih pihak pada 2008 dan menghidupkan pasukan lokal untuk memerangi kelompok garis keras itu di sekitar kota tersebut.
Wali kota itu telah beberapa kali selamat dalam usaha pembunuhan terhadap dirinya oleh para mantan sekutunya yang memerangi pemerintah Pakistan. "Kami bertanggung jawab atas serangan bunuh diri di Peshawar," kata jurubicara kelompok gerilya Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) Azam Tariq kepada AFP melalui telepon dari tempat yang dirahasiakan.
Pakistan dilanda gelombang pemboman dan serangan yang menewaskan lebih dari 350 orang sejak awal Oktober. Dalam serangan paling mematikan dalam dua tahun ini, 118 orang tewas ketika bom mobil meledak pada 28 Oktober di Peshawar.
Islamabad menuduh serangan-serangan itu dilakukan oleh militan TTP yang sedang membalas ofensif militer terhadap mereka dan pembunuhan pemimpin mereka Baitullah Mehsud dalam serangan rudal pesawat tak berawak AS di kawasan suku pada Agustus.
Sebanyak 30.000 prajurit Pakistan kini mengambil bagian dalam serangan terhadap sekitar 10.000 hingga 12.000 militan di kawasan suku semi-otonomi yang dilanda kekacauan. Pasukan Pakistan mengklaim sejumlah kemenangan militer atas Taliban tahun ini, namun serangan-serangan terus berlangsung, sebagian besar di wilayah baratlaut.
Daerah suku Pakistan, khususnya Lembah Swat, dilanda konflik antara pasukan pemerintah dan militan Taliban dalam beberapa waktu terakhir ini. Militer Pakistan meluncurkan serangan setelah Taliban bergerak maju dari Swat ke Buner, ke arah selatan lagi menuju ibukota Pakistan, Islamabad, setelah Washington menyebut kelompok itu sebagai ancaman bagi keberadaan Pakistan, negara yang bersenjatakan nuklir.
Pakistan menyatakan, lebih dari 1.930 militan dan 170 personel keamanan tewas, namun jumlah kematian itu tidak bisa dikonfirmasi secara independen. AS mendukung serengan militer Pakistan terhadap Taliban di Lembah Swat dan daerah-daerah baratlaut sekitarnya, yang diluncurkan pada akhir April setelah serangan-serangan sebelumnya yang menterlantarkan 1,9 juta orang.
Serengan militer sebelumnya diluncurkan di distrik-distrik Lower Dir pada 26 April, Buner pada 28 April dan Swat pada 8 Mei. Serengan itu mendapat dukungan dari AS, yang menempatkan Pakistan pada pusat strateginya untuk memerangi Al-Qaeda.