TEHERAN, KOMPAS.com — Iran menolak untuk mengirimkan sebagian dari potensi uraniumnya ke luar negeri untuk diproses lebih lanjut. Demikian pernyataan ketua komite keamanan dan kebijakan luar negeri, parleman nasional, Sabtu (7/11).
"Kami tidak ingin memberi sebagian dari 1.200 kilo uranium untuk ditukar dengan 20 persen bahan bakar tambahan," kata Alaeddin Borujerdi kepada kantor berita ISNA.
Pilihan untuk memberikan kekayaan uranium secara bertahap atau langsung sudah tidak ada. Kami sedang mempelajari bagaimana cara mendapatkan bahan bakar langsung dan Soltanieh (Ali Asghar) sedang mengupayakan menemukan solusi itu," kata utusan Iran kepada tim pemantau nuklir dari PBB.


