Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:19 WIB
Konflik Memanas karena Banyak yang Ingin Manggung
Rosdianah Dewi | ksp | Sabtu, 7 November 2009 | 11:49 WIB
|
Share:

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (nonaktif) Komisaris Jenderal Susno Duadji memenuhi undangan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Bibit-Chandra atau Tim Delapan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Jumat (6/11). Susno nonaktif untuk sementara dari jabatannya selama pemeriksaan Tim Delapan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Konflik antarlembaga penegak hukum telah memecah prespektif publik terhadap sistem hukum. Polemik semakin panas karena banyak pihak yang mencari ruang untuk tampil ke muka publik.

"Masalah cicak dan buaya ini enggak rame kalau enggak banyak orang cari panggung. Sekarang orang-orang banyak yang cari panggung," kata pengamat politik, Hermawan Sulistiyo, dalam diskusi "Rontoknya Kepercayaan Publik" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/11).

Menurut Hermawan, kekisruhan hubungan KPK, kepolisian, dan kejaksaan semakin kompleks ketika sampai pada momentum ketidakpercayaan publik. Sistem penegakan hukum selama ini dianggap mengecewakan masyarakat dan kisruh tersebut semakin ramai ketika banyak pihak yang seolah-olah berhak mengeluarkan pendapat terkait masalah tersebut.

"Tahu-tahu sekarang orang pada rame manggung, tabrak sana-tabrak sini, sementara banyak dimensi penting yang dilupakan," katanya.

Ia pesimistis penyelesaian perkara KPK dan kepolisian bisa mengubah tafsir publik pada lembaga hukum yang kacau. Penyelesaian yang pendek adalah langsung membawa perkara ke pengadilan. "Jaksa harus didesak P21. Segera dilanjutkan proses nama-nama yang disebut dalam rekaman, misalnya MS Kaban, Susno, dan lain-lain," papar Hermawan.

Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu