Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:17 WIB
200 Staf PBB Diungsikan Keluar Afganistan
Taufiq Zuhdi | tof | Sabtu, 7 November 2009 | 11:07 WIB
|
Share:

AP PHOTO/MUSADEQ SADEQ
Presiden Afganistan Hamid Karzai saat jumpa pers di istana kepresidenan di Kabul, Afganistan, Selasa (3/11). Selain berjanji akan memberantas korupsi, Karzai juga mempersilakan lawan-lawan politiknya bergabung dalam pemerintahannya, setelah ia dinyatakan sebagai pemenang pemilu.

TERKAIT:

NEW YORK, KOMPAS.com - Sekitar 200 staf asing PBB akan diungsikan sementara keluar Afganistan pasca serangan di wisma tamu PBB. Demkian pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-Moon saat berbicara New York, Jumat (6/11).

"Sekitar 200 orang akan direlokasi untuk tugas yang lain," kata Ban kepada pers usai pertemuan dengan Dewan Keamanan (DK) dalam kunjungannya ke Kabul baru-baru ini.

Menurut Ban, mereka yang dievakuasi jumlahnya bukan 600 sebagaimana diberitakan sejumlah media. "Kami tidak mengevakuasi, tidak dan tidak boleh takut. Kami akan terus bekerja. Kolega kami akan mengatur sementara dengan dukungan administrasi yang tidak banyak," jelasnya.

Awal pekan ini, Ban telah berbicara dengan penasihat DK di Kabul setelah serangan bom bunuh diri Taliban pada 28 Oktober lalu yang membunuh 28 pekerja PBB. Pejabat resmi PBB menyatakan, selain 200 staf asing, ada 400 ekspatriat yang akan direlokasi untuk keamanan, sehingga jumlahnya mencapai 600 dari total 1.100 warga asing yang berada di Afganistan.

Selama ini PBB telah memperkerjakan sekitar 5000 orang dan 80 persen di antaranya berasal dari dari Afganistan dan relokasi tersebut akan berdampak pada sekitar 12 persen dari total pekerja.

Badan dunia itu memastikan tidak akan meninggalkan Afganistan, di mana 100.000 tentara AS dan beberapa negara lainnya telah bertempur dengan kelompok Taliban. Ini berarti DK PBB sebagaimana yang dinyatakan tetap akan bekerja pasca pemilihan ulang Presiden Afganistan Hamid Karzai.

Mereka menekankan pada pentingnya pembicaraan politik yang dilakukan pemerintah untuk mencapai persatuan nasional dan meningkatkan kondisi kesejahteraan warga Afganistan. Mereka mendesak pemerintahan Karzai secara efektif menyelesaikan masalah-maslaah yang mereka hadapi seperti perbaikan ekonomi, peningkatan kesejahteraan serta peredaran lintas batas narkotika.

Sumber :
AFP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu