Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:13 WIB
Israel Angkat "Teroris" Jadi Mata-mata
| tof | Sabtu, 7 November 2009 | 08:40 WIB
|
Share:

JERUSALEM, KOMPAS.com — Seorang warga Yahudi yang ditangkap karena diduga telah membunuh dua warga Palestina telah didekati oleh badan keamanan internal Israel untuk menjadi mata-mata setelah serangan itu. Jack Teitel, imigran berusia 37 tahun dari AS tersebut ditangkap Oktober lalu karena dicurigai membunuh warga Palestina tersebut pada 1997 ketika mengunjungi Israel sebagai wisatawan. Ia juga diduga di belakang serangkaian serangan bom sejak 2006.

Ketika Teitel kembali ke Israel pada 2000, tiga tahun setelah pembunuhan tersebut, ia ditanyai oleh dinas keamanan dalam negeri Shin Bet dan polisi karena pembunuhan itu, tetapi tidak ada tuduhan yang diberkas.

Pada waktu tersebut badan intelijen domestik itu memintanya untuk bertugas sebagai informan dalam lingkaran sayap-kanan yang ekstrem, menurut surat kabar bertiras besar, Yediot Aharonot, yang menguraikan kisah tersebut. Badan itu mengonfirmasi mereka telah berusaha untuk merekrut Teitel setelah interogasi 2000, dengan mengatakan dalam satu pernyataan bahwa pihaknya "memiliki tapi terbatas jumlah wawancara dengannya, tanpa hasil. Kontrak itu kemudian putus".
    
Dijuluki "teroris Yahudi" oleh pers Israel, kata polisi, Teitel mengakui pembunuhan seorang sopir taksi Palestina di Jerusalem Timur dan seorang penggembala di Tepi Barat mengatakan bahwa pembunuhan itu untuk membalas pengeboman bunuh diri Palestina di Israel.

Teitel juga diduga telah menempatkan bom di dekat sebuah biara di luar Beit Sheesh, di barat Jerusalem, dua tahun lalu, yang melukai satu warga Palestina. Dalam serangan bom lainnya, satu anak laki-laki berusia 15 tahun luka serius ketika bom yang disembunyikan dalam sebuah parsel dikirim ke orangtuanya, anggota sekte Yahudi yang mencakup Yesus.

Bom lainnya melukai seorang profesor penting sayap-kiri Israel, Zeev Sternhell, sedangkan dua serangan lainnya ditargetkan terhadap pos polisi, kata polisi. Ayah empat anak itu adalah warga permukiman Shvut Rachel di Tepi Barat yang diduduki.

Sumber :
ANT,AFP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu