Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:08 WIB
Tim Delapan: Banyak Pertanyaan Tak Bisa Dijawab Susno
Caroline Damanik | ksp | Jumat, 6 November 2009 | 18:42 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah anggota Tim Delapan tak puas dengan keterangan Kabareskrim (nonaktif) Komjen Susno Duadji dalam pertemuan selama dua jam dengan Tim, termasuk Amir Syamsuddin.

Amir mengatakan, banyak pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh Susno dengan memuaskan. Yang paling menarik, ungkap Amir, ketika Tim mempertanyakan Anggodo Widjojo sebagai pelapor melaporkan Ary Muladi untuk penggelapan dan juga melaporkan Chandra M Hamzah untuk kasus pemerasan.

"Ini bagaimana kalau ternyata Ary Muladi itu terbukti menggelapkan, sisi lain ada memeras, kan uangnya itu juga kan. Kan ini konstruksinya kalau ada orang disangka penggelapan dan terbukti menggelapkan. Mana ada orang lain terbukti memeras (untuk uang yang sama). Susno enggak bisa menjawab pertanyaan itu," tutur Amir seusai pertemuan dengan Susno di Kantor Wantimpres, Jumat (6/11).

Amir mengatakan, bisa saja Susno menggunakan teori common law dengan uang yang sama. Ary Muladi diduga mencuci uang setelah menggelapkan uang. "Itu bisa beberapa perbuatan orang terhadap beberapa tindak kejahatan. Jadi kan disangka menggelapkan uang. Ya kan ini mestinya jalan. Kalau jalan dan terbukti menggelapkan, selesaikan di situ. Kenapa ada lagi tuduhan memeras," tanya Amir kemudian.

Politisi Demokrat ini juga mengatakan koleganya, Koesparmono Irsan, sebagai ahli kriminologi dan polisi senior juga mempertanyakan itu kepada Susno. "Susno jawabnya ya (lihat) nanti saja pas gelar perkara. Tim Delapan tidak memaksa Susno menjawab hal ini karena tidak dalam posisi memaksa tapi menyimak," lanjut Amir.

Hal terakhir yang dijawab dengan tidak jelas oleh Susno adalah mengenai uang Rp 10 miliar. Menurut Tim, jumlah "10 M" itu justru digembar-gemborkan oleh Susno sendiri.

"Sebenarnya angka Rp 10 miliar itu munculnya dari dia. Yang secara eksplisit menyebut '10 M' itu kan dia. Jadi kami memang pertanyakan, kok Anda yang menyebut angka '10 M' itu, kenapa marahnya ke KPK. Kan KPK tak pernah bicara kalau ada '10 M'. Akhirnya lari cicak buaya kan dari sana. Susno tidak begitu  mudah menjawabnya," ungkap Amir panjang lebar.

Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu