Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:06 WIB
Susno Akui Sempat "Koordinasi" dengan Anggoro di Singapura
Caroline Damanik | ksp | Jumat, 6 November 2009 | 17:54 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabareskrim nonaktif Komjen Susno Duadji mengaku pernah berhubungan dengan bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, yang tengah berada di Singapura. Hal ini terjadi seusai pertemuannya dengan adik Anggoro, Anggodo Widjojo, di Kantor Bareskrim Mabes Polri.

"Dia (Anggodo) datang, dia kons(ultasi)... dia bertanya, kemudian saya arahkan pada fungsi yang menangani, dalam rangka menunjukkan di mana kakaknya yang bernama Anggoro. Anggoro memang penting bagi Polisi untuk diperiksa karena yang jadi korban itu Anggoro," ujar Susno dalam keterangan pers di Kantor Wantimpres, Jumat (6/11), seusai bertemu dengan Tim Delapan.

Dari situ, Susno mengetahui bahwa Anggoro tidak berada di Indonesia, tetapi di Singapura. Lalu, Susno mengatakan kepada Anggoro, Polisi tidak mungkin menangkapnya.

"Kemudian saya suruh pulang untuk diperiksa, dia tidak berani untuk pulang. Kemudian, saya katakan, Anda akan saya kirimkan polisi untuk disidik di Singapura, nanti di Kedubes Indonesia. Dia bilang dia tidak mau. Takut ditangkap," lanjut ayah dua putri ini.

Lalu, Susno mengaku mengatakan kepada Anggoro bahwa Anggoro tidak mungkin ditangkap karena polisi tidak bisa menangkapnya di Singapura karena negara tersebut bukan bagian dari Indonesia.

"Tapi dia masih belum percaya. Dia minta saya yang datang. Setelah saya datang ketemu, saya menyampaikan itu, ada polisi yang datang untuk menyidik. Anda percaya kan tidak ditangkap? Oh, setelah itu dia baru percaya. Nah, setelah itu baru saya tinggal pulang," ungkapnya.

Susno mengatakan tidak ada larangan untuk bertemu dengan Anggoro sebagai pihak yang melapor ke polisi. Lagipula, Susno mengaku sudah memberitahukan pertemuannya ini kepada KPK. "Kita lain dengan UU KPK. Memang, kita sangat membutuhkan Anggoro dalam pemeriksaan ini," tandasnya.

Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu