JAKARTA, KOMPAS.com — Kabareskrim (nonaktif) Komjen Susno Duadji kembali curhat seusai bertemu dengan Tim Delapan di Kantor Wantimpres, Jumat (6/11).
Topik pernyataannya tak jauh berbeda dengan yang disampaikannya di depan Komisi III DPR RI tadi malam, yaitu dampak pemberitaan masif tentang dirinya yang diduga sebagai koruptor kepada keluarganya, terutama kedua anak gadisnya.
Susno mengatakan, dugaan keterlibatannya dalam kasus yang blunder sejak enam bulan lalu ini menyebabkan kedua anak gadisnya ogah masuk kantor lagi karena malu. "Akibatnya sangat fatal bagi saya. Bukan untuk saya pribadi, kalau saya itu anggap risiko jabatan. Enggak apa-apa, saya kuat. Tapi yang paling fatal keluarga saya. Saya ini kan bukan manusia yang hidup sendiri. Saya punya anak kebetulan dua-duanya perempuan, dan tidak kerja lagi. Malu masuk kantor. Bayangkan," ujar Susno dalam keterangan pers.
"Karena ketemu temennya nanti dikira anak koruptor gitu. Sampai dia bilang, 'Apa kita makan uang koruptor itu sehingga kita bisa sekolah'. Saya bilang, 'Papamu ini tidak sehina itu sehingga bisa sekolah. Maka kalau kamu tidak masuk kantor, kamu akan dituduh. Tapi dia tetap tidak kerja'," lanjut Susno.
Ketika mengucapkan dua kalimat terakhir, matanya berkaca-kaca. Oleh karena itu, Susno merasa bingung untuk menyelesaikan masalah ini, sedangkan tuduhan tersebut terus bergulir.
Jika dikatakan dirinya terkait dengan aliran dana dari rekening Sampoerna, Susno mempersilakan ditelusuri karena semua pihak yang terkait, Sampoerna, pengacara, serta para pimpinan Bank Century. "Kalau tanya ke saya nanti saya bohong. Toh uangnya juga masih ada. Belum cair," ungkap Susno.

