Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:01 WIB
Tentara AS Mengamuk di Markas, 13 Tewas
Egidius Patnistik | primus | Jumat, 6 November 2009 | 17:12 WIB
|
Share:
dailymail
Hasan dengan pakaian tradisional Muslim sedang berbelanja beberapa saat ia mengamuk
Foto:

TEXAS, KOMPAS.com — Sedikitnya 13 tentara tewas dan 31 lainnya terluka saat seorang tentara dengan dua buah pistol mengamuk di markas militer terbesar Amerika Serikat, Kamis (5/11) kemarin.

Tentara itu, Mayor Nidal Malik Hasan (39), kemudian ditembak pihak berwajib di markas militer di Fort Hood, Texas, dan sekarang dalam kondisi stabil di rumah sakit. Tentara kelahiran Virginia ini marah atas invasi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke Irak dan Afganistan.

Dalam laporan awal dikatakan dia tewas tertembak, tetapi siang ini diungkapkan bahwa dia terluka dan sekarang dalam kondisi stabil. "Saya dapat katakan dia tidak mendekati ajalnya," kata Letjen Bob Cone di Fort Hood. Letjen Cone mengatakan, penembakan terjadi pada pukul 13.30, Kamis waktu setempat, di Soldier Readiness Centre, di markas militer Fort Hood.

Hasan merupakan seorang psikiater yang bekerja di Fort Hood untuk mendampingi para tentara yang kembali dari tugas rutin. Dia akan dikerahkan ke Irak pada akhir tahun ini. Penembakan terjadi di Fasilitas Readiness Centre di Fort Hood di mana prajurit yang pergi atau kembali dari medan perang sedang diproses.

Teman-temannya mengatakan, Hasan yang masih lajang dan tidak punya anak berulang kali menyatakan pendapatnya menentang perang itu. Kolonel (Purn) Terry Lee yang berkerja dengan sang mayor mengatakan, " Dia sangat ceplas-ceplos, sekali waktu saya mengatakan kepadanya. Hati-hati, Anda harus mengurangi itu."

"Dia bereaksi gembira dengan kematian sejumlah tentara akibat bom bunuh diri. Saya katakan kepadanya, 'Anda mungkin tidak setuju dengan perang ini, tetapi mereka adalah tentara dan kita di sini untuk melayani negeri ini." Lee mengatakan, Hasan berulang kali mengemukan, "Orang Muslim harus bangkit melawan penjajah."

Sepupu Hasan, Nader Hasan, mengatakan, sang mayor juga bekerja sebagai psikiater di Walter Reed Army Medical Center, Washington DC, tempat dia merawat tentara yang terluka parah. "Dia seorang psikiater di Walter Reed, berhadapan dengan orang-orang yang kembali dari medan perang dan mencoba untuk membantu mengatasi trauma mereka," katanya. Sepupunya itu menambahkan, Hasan telah dipindahkan ke Fort Hood dari Walter Reed sekitar empat bulan lalu.

Sumber :
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu