HIPPERHOLME, KOMPAS.com - Seorang pensiunan guru di Inggris meninggal setelah digigit anjingnya sendiri saat bermain lemparan tongkat. Gigitan itu sesungguhnya hanya menyebabkan luka kecil.
Steven Sewell (55), nama pensiunan guru itu, sedang berlibur di Scottish Highlands, Inggris, bersama istrinya Angela dan putranya yang berusia belasan tahun, David, ketika anjing setengah buta milik keluarga bernama Judy itu menggigitnya. Sewell hanya membersihkan luka kecil itu dengan tisu dan menganggapnya sebagai luka biasa karena dia tidak merasakan sakit.
Namun, beberapa hari kemudian dia mulai mengeluh kesakitan dan menggigil. Dia lalu dibawa ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis adanya keracunan darah. Sewell akhirnya meninggal setelah infeksi menyebar sampai ke otaknya.
Keluarganya mengatakan, anjing itu tidak pernah berlaku agresif dan akan tetap memeliharanya meskipun kecelakaan itu terjadi. Tentang kecelakaan itu, Angela Sewell (53) mengatakan, "Gigitan itu tidak dilakukan dengan beringas. Itu hanya karena penglihatan yang buruk dan tragis, tetapi Anda harus menerimanya dan terus melupakannya."
Steven Sewell dari Hipperholme, West Yorkshire, bermain lemparan tongkat dengan anjing itu. Dia tengah bermain dengan labrador berusia sembilan tahun, Harry, dan campuran Alsatian-Doberman berusia 10 tahun, Judy, di Grantown-on-Spey, dekat Inverness, sebelum Judy menggigit jarinya saat anjing itu melompat untuk mengambil sebuah tongkat.
Sewell merasa gigitan itu sampai ke tulangnya, tetapi dia tidak menyangkanya sebagai luka serius yang perlu mendapat perawatan serius. Saat kembali ke penginapan, keluarga Sewell mencari antiseptik, tetapi mereka tidak menemukannya. Mereka lalu menggunakan plaster tempelan untuk menutup luka tersebut.
Namun, enam hari kemudian, mereka jadi cemas karena Sewell mengeluh demam dan mengigau. Keluarga itu lalu pulang ke rumah. Sewell mulai menderita diare dan jari-jari tangannya mati rasa. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit dan dengan segara mendapat perawatan intensif setelah para dokter mengetahui dia telah mengalami septisemia (keracunan darah) akibat gigitan tersebut.
Hal ini telah menyebabkan peradangan otak, atau ensefalitis, dan Sewell akhirnya meninggal dunia karena kegagalan organ hanya seminggu setelah mendapat luka yang tampaknya kecil.


